Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com- Provider Indosat Ooredoo Hutchison mengalami gangguan jaringan cukup parah yang dirasakan sebagian pengguna terutama di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat.
Dalam akun X (Twitter) resminya, Indosat menjelaskan gangguan tersebut disebabkan oleh kebakaran gedung perangkat di wilayah Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu, 2 Maret 2024.
Terpantau hingga Minggu, 3 Maret 2024, pukul 22.56 WIB, jaringan Indosat di Tangerang masih mengalami gangguan.
Akibat dari gangguan, pengguna tidak dapat mengakses internet, bahkan mengecek maupun mengisi pulsa baik melalui nomor dial atau aplikasi.
Namun, pada pengguna tak perlu panik. Sebab, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan jaringan Indosat. Berikut di antaranya seperti dikutip dari kanal YouTube Kaji Tutorial
1. Tunggu 24 Jam
Menunggu selama 1x24 jam bisa menjadi solusi pertama. Kadangkala gangguan sinyal dapat diselesaikan secara otomatis dalam kurun waktu tersebut, pihak Indosat akan segera mengabrkan ke berbagai media sosial resminya jika jaringan Indosat sudah kembali normal.
2. Pengaturan Jaringan
3. Lepas dan Pasang Kembali SIM Card
4. Mode Pesawat
5. Lepas Kartu untuk Beberapa Menit
Demikian cara mengatasi masalah gangguan jaringan Indosat. Semoga bermanfaat!
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGFestival Cisadane 2026 tak hanya menyuguhkan kemeriahan seni dan budaya, tapi juga menghadirkan panggung besar bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) berupaya mempercepat realisasi penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Tangerang.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews