Connect With Us

Aneh! Kominfo Tiba-tiba Blokir WordPress, Begini Penjelasannya 

Fahrul Dwi Putra | Minggu, 4 Agustus 2024 | 19:08

Tangkapan layar WordPress masuk dalam daftar situs diblokir oleh Kemenkominfo (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Situs penyedia blog yang cukup populer, WordPress baru-baru ini tengah menjadi perbincangan di media sosial lantaran masuk daftar blokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Salah satunya diunggah oleh akun @timpenguinnas, pada Sabtu, 3 Agustus 2024.

Pada utasnya, tampak WordPress masuk ke dalam daftar situs yang diblokir oleh Kemenkominfo yang bisa dilihat pada laman aduan konten milik Kemenkominfo 

"WOYYY BISA-BISANYA WORDPRESS KENA BLOKIR KOMINFO GIMANA SI 

@kemkominfo???," tulis akun tersebut.

Jika diblokir, maka pengguna tidak dapat mengakses WordPress untuk melakukan pemantauan blog. Lalu, akan muncul laman peringatan bahwa situs tersebut tidak aman.

Usai viral dan menjadi trending topics di X, dengan jumlah 20,3 ribu post. Kini, 4 Agustus 2024, WordPress sudah kembali normal dan dapat diakses seperti biasa.

Terkait itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo, Usman Kansong menjelaskan, pemblokiran sementara tersebut disebabkan oleh kesalahan teknis di Kominfo. 

Menurutnya, beberapa situs judi online menyusup melalui subdomain Wordpress, sehingga menyebabkan pemblokiran. 

"Tapi bukan situs wordpress.com-nya," ujarnya dikutip dari Kompas.com.

Usman membeberkan, Kominfo secara otomatis memblokir situs judi online atau situs yang diduga melakukan aktivitas ilegal.

Setelah pemeriksaan ulang, jika situs dinyatakan aman, maka pemblokiran akan dicabut. 

Adapun data dari laman trustpositif.kominfo.go.id menunjukkan berbagai alasan pemblokiran situs oleh Kominfo.

Dari Januari hingga awal Agustus 2024, jutaan situs atau konten telah diblokir oleh Kominfo seperti situs yang terindikasi judi, SARA, pornografi, dan masih banyak lagi.

Pemblokiran juga dapat dilakukan terhadap situs yang berkaitan dengan obat-obatan dan kosmetik ilegal, penipuan online, serta konten yang melanggar nilai sosial dan budaya. Lalu, Berita bohong atau hoaks, pemerasan, dan konten negatif lainnya juga dapat dikenai pemblokiran oleh Kominfo.

TANGSEL
Modus Sewa untuk Taksi Online, 2 Pelaku Penggelapan di Tangsel Bawa Kabur Mobil Rental ke Pandeglang

Modus Sewa untuk Taksi Online, 2 Pelaku Penggelapan di Tangsel Bawa Kabur Mobil Rental ke Pandeglang

Jumat, 12 Juni 2026 | 16:34

Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tangerang Selatan membongkar kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

BANTEN
Dua Truk Ekspedisi Kepergok Angkut 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Merak, Nilainya Rp12,6 Miliar

Dua Truk Ekspedisi Kepergok Angkut 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Pelabuhan Merak, Nilainya Rp12,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 21:30

Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten bersama Bea Cukai Merak menggagalkan upaya peredaran 8.262.000 batang rokok ilegal bernilai miliaran rupiah di kawasan Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni, Kamis 11 Juni 2026.

BANDARA
Pulang dari Bangkok Positif Narkoba, BNN Tangkap 10 WNI di Bandara Soetta

Pulang dari Bangkok Positif Narkoba, BNN Tangkap 10 WNI di Bandara Soetta

Jumat, 12 Juni 2026 | 14:40

Sebanyak 10 orang warga negara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari Bangkok, Thailand, langsung ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.

TEKNO
Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Waspada! Ada 263 Ribu Link Penjualan Online Kosmetik Ilegal Beredar di Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 | 18:50

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI), Taruna Ikrar mengungkapkan ada sebanyak 263.000 link penjualan kosmetik ilegal yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill