Connect With Us

Menyantap 1.000 Rasa Kuliner Warisan Nusantara di Pekan Raya Indonesia

Denny Bagus Irawan | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 01:00

Mangut Ikan Mayung Ibu Fat. (@TangerangNews.com 2016 / Raden Bagus Irawan)

 

TANGERANGNews.com-Pekan Raya Indonesia (PRI) menyuguhkan beragam kuliner warisan nusantara yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia. Gerai kuliner warisan nusantara ini berlangsung mulai tanggal 20 Oktober - 6 November 2016 di Hall 10, Indonesia Convention Center (ICE) BSD City, Tangerang.

 

Menyantap kuliner warisan nusantara tidak hanya membuat pengunjung bernostalgia ke masa lalu, tapi juga memperkenalkan masakan warisan nusantara ke masyarakat yang lebih luas dan lintas generasi.

 

PRI menghadirkan ragam warisan kuliner Indonesia yang legendaris seperti Toko Oen Semarang (1936), Soto Ahri Garut (1943), Es Kopi Tak Kie (1927), Kupat Tahu Gempol (1965), Nasi Jamblang Mang Dul Cirebon (1970), Nasi Pindang Semarang (1989), Gudeg Yogya Laminten (1980), dan masih banyak lagi sajian kuliner lainnya yang dapat memanjakan lidah pencinta kuliner tanah air.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill