Connect With Us

Dokter Andra Meninggal, IDI Gunakan Pita Hitam Berkabung Tiga Hari

Denny Bagus Irawan | Jumat, 13 November 2015 | 14:02

Dionisius Giri Samudra (Dira Derby / Tangerangnews)

 

TANGERANG- Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Indonesia (IDI)  Daeng Muhammad Faqih menyampaikan menjadi dokter itu memerlukan biaya untuk sekolah yang tidak sedikit.

Seharusnya, peristiwa yang menimpa Dionisius Giri Samudra,24, atau dokter Andra tidak terjadi jika saja pemerintah mau memperhatikan petugas kesehatan.

“Sejak dokter Andra meninggal kita gunakan pita hitam sebagai tanda berkabung, ini seluruh IDI menggunakan pita hitam,“ katanya.  

Dia menyatakan, dapat dibayangkan seorang peneliti harus ke lokasi terpencil ,  tetapi segala sesuatunya tak dipersiapkan oleh pemerintah.

“Jangan bicara kesejahteraan deh. Perlindungan dan persiapan kita di lokasi. Seperti ini tidak bisa hanya Kemenkes saja yang mempersiapkan, tetapi harus seluruh Kementerian,” jelasnya.

BANTEN
Nyeri Lutut dan Panggul Jangan Dianggap Biasa, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Sendi

Nyeri Lutut dan Panggul Jangan Dianggap Biasa, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Sendi

Jumat, 6 November 2026 | 20:57

Nyeri lutut ketika menaiki tangga atau panggul yang terasa sakit saat berjalan kerap dianggap sebagai keluhan biasa, terutama pada orang yang mulai memasuki usia lanjut.

OPINI
Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Jumat, 6 November 2026 | 16:22

Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill