Mutasi Kendaraan Masuk Banten Dapat Diskon 20 Sampai 40 Persen
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:18
Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor dari luar Provinsi Banten dan berencana melakukan mutasi masuk.
TANGERANGNEWS.com-Meski pembebasan lahan yang masih jalan ditempat, pihak pelaksana proyek tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang yakni PT Wika mentargetkan akan selesai pada pertengahan 2018.
Proyek yang menghubungkan jalan tol dari Kunciran ke Batu Ceper dan Bandara Soekarno-Hatta itu kini memasuki tahap awal pengerjaan dengan pembebasan lahan sebagai salah satu fokus utama.
"Pembebasan lahan sebesar 28 persen hingga kini, dengan nilai kontrak Rp 2,2 triliun dan waktu pelaksanaan selama 457 hari," terang Corporate Secretary PT Wika Puspita Anggraeni kepada wartawan, Minggu (27/8/2017). BACA JUGA : Pemkot Tangerang Diminta Percepat Pembebasan Tol Kunciran
Puspita menjelaskan, waktu pengerjaan proyek tol Kunciran-Bandara telah berlangsung sejak April 2017 dan ditargetkan selesai pada Juli 2018 mendatang. Nantinya, ruas jalan tol ini akan dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Kunciran.
Adapun jika melewati area Bandara Soekarno-Hatta dari arah Tangerang, tepatnya di Jalan Husein Sastranegara yang berseberangan langsung dengan Jalan Perimeter Selatan, sudah terlihat pengerjaan ruas tol Kunciran-Bandara. Menurut Puspita, progres pembangunan fisik jalan tol baru 1,7 persen. BACA JUGA : Pembebasan Tol Kunciran Jalan Ditempat, Wali Kota Tangerang Temui BPN
Jalan tol ini nantinya akan masuk dalam jaringan Jalan Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 dan terkoneksi dengan ruas tol Cinere-Serpong serta Serpong-Kunciran. Rencananya, tol ini akan memiliki panjang sekitar 14,19 kilometer dan dapat menjadi akses alternatif untuk menuju ke Bandara Soekarno-Hatta.(DBI)
Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor dari luar Provinsi Banten dan berencana melakukan mutasi masuk.
TODAY TAGKebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.
Cita rasa yang familiar dari makanan lokal kembali diolah dalam bentuk berbeda melalui kolaborasi VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bersama Chef Agnesia Cahaya, MasterChef Indonesia Season 10.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews