PLN UP3 Cikokol Edukasi Siswa SMAN 2 Tangerang soal Listrik Aman dan Energi Bersih
Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:35
PT PLN (Persero) UID Banten melalui UP3 Cikokol menggelar program PLN Goes To School di SMA Negeri 2 Kota Tangerang.
TANGERNGNEWS.com-Airport Operation Control Center atau pusat kendali Bandara Soekarno-Hatta mulai dibangun oleh Angkasa Pura (AP) II di Gedung 613, Senin (11/9/2017). Gedung pusat kendali yang menelan dana sekitar Rp100 miliar ini nantinya akan menonitor keseluruhan operasi di Bandara Soekarno Hatta.
Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, pusat kendali ini mengintegrasikan seluruh stakeholder di Bandara, seperti Imigrasi, Bea Cukai, Polres, Karantina, Maskapai dan lain-lain. Sehingga proses pengambilan keputusan bisa sangat cepat, untuk mewujudkan pelayanan yang efektif dan efisien. BACA JUGA : Tol Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta Selesai 2018
“Kalau yang saat ini kan masih terkotak-kotak, tiap stakeholder punya sistemnya sendiri-sendiri. Nah dengan dikumpulkan di AOCC ini, kita bisa sama-sama memantau operasi bandara,” jelasnya, saat Ground Breaking AOCC di Gedung 613, Bandara Soekarno Hatta.
Menurut Awaluddim pusat kendali ini memantau terkait berbagai operasi di Bandara mulai dari jadwal penerbangan, penggunaan fasilitas di sisi udara, pergerakan penumpang dari datang sampai terbang, maupun ketika penumpang keluar dari bandara. “Itu semua dimonitor dalam satu wadah yang disebut AOCC,” jelasnya.
Awaluddin menambahkan, AOCC ini akan menempati Gedung 613 seluas 2200 meter persegi di samping Lounge Umroh. Gedung berupa hangar tersebut nantinya direnovasi dan ditargetkan mulai bisa beroperasi pada Januari 2018. “Sistem ini menjadi solusi yang banyak diterapkan di brbagai bandara di dunia dan ini menjadi bagian dari program pengembangan smart airport connection,” katanya. BACA JUGA : Kereta Bandara Soetta Ditargetkan Uji Coba November, Beroperasi 2018
Sementara Direktur Operasi dan Teknik Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo mengtakaan, dana yang gelontorkan untuk pembangunan gedung sekitar Rp100m miliar dari anggaran AP II. Dana tersebut digunakan untk renovasi infrastruktur dan pembangunan fasilitas seperti sistem kontrol, CCTV, ruang emergency dan lain-lain.
“Gedungnya sudah ada tapi kan berupa hangar, jadi dibuat lebih bagus lagi dengan fasilitas IT yang mendukung,” paparnya.(RAZ)
TODAY TAGPT PLN (Persero) UID Banten melalui UP3 Cikokol menggelar program PLN Goes To School di SMA Negeri 2 Kota Tangerang.
Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
Di tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews