Connect With Us

Salurkan Rp50 Miliar Bansos untuk 50 Ribu Warga Banten, Andika Hazrumy: Jangan Buat Beli Rokok

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 30 November 2021 | 14:57

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy memberikan langsung bantuan sosial kepada perwakilan rumah tangga sasaran (RTS) dari 50 ribu rumah tangga sasaran (RTS). (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Provinsi Banten membagikan dana Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) Tahun Anggaran 2021 sebesar total Rp50 miliar kepada 50 ribu rumah tangga sasaran (RTS).

Meski memberikan bantuan, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta para RTS penerima untuk memiliki komitmen dapat naik level menjadi mandiri dari status sebagai penerima bantuan saat ini. Sehingga tidak bergantung pada bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

"Saya minta kepada Dinsos (Dinas Sosial Provinsi Banten) untuk memberikan pendampingan agar para penerima ini dapat naik level menjadi mandiri," kata Andika, saat peresmian pembagian dana bantuan sosial tersebut melalui Dinas Sosial di Kantor Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Senin 29 November 2021.

Menurutnya, para penerima harus bisa keluar dari status sebagai penerima. Hal itu mengingat sifat pemberian bantuan Jamsosratu sendiri sebagai stimulan. Selain itu, masih banyak warga Banten lainnya yang juga masuk kategori sebagai calon penerima.

"Jadi ibu-ibu di sini harus ingat kalau masih banyak saudara-saudara kita yang juga membutuhkan untuk mendapat bantuan ini," kata Andika. 

Sebagai stimulan, bantuan Jamsosratu dapat digunakan sebagai tambahan modal untuk membuka usaha kecil-kecilan, disamping juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy memberikan langsung bantuan sosial kepada perwakilan rumah tangga sasaran (RTS) dari 50 ribu rumah tangga sasaran (RTS).

Karena itu Andika mengingatkan agar bantuan tersebut tidak digunakan untuk konsumsi hal-hal yang tidak perlu atau tidak bermanfaat.

"Jadi enggak boleh ya bu ya kalau misalnya buat beli rokok bapaknya," kata Andika kepada ibu-ibu penerima di Kecamatan Larangan yang menghadiri acara tersebut. 

Lebih jauh Andika mengatakan, Pemprov Banten berusaha berkomitmen untuk tetap menganggarkan dana bantuan Jamsosratu tersebut meski di tengah kondisi pandemi COVID-19.

"Seperti kita tahu di masa pandemi ini hampir semua anggaran pemerintah yang ada dialokasikan untuk penanggulangan pandemi COVID-19. Namun Alhamdulillah, rekan-rekan di DPRD Banten juga mendukung komitmen Pak Gubernur (Gubernur Banten Wahidin Halim) dan saya untuk tetap dapat menyalurkan Jamsosratu," paparnya. 

Kepala Dinsos Provinsi Banten Nurhana mengatakan, sudah sejak 2017 lalu pembagian dana bansos Jamsosratu dilakukan secara non tunai melalui ATM sejumlah bank yang bekerjasama dengan pihaknya. "Ini untuk menjamin bantuan sampai kepada penerima secara tepat sasaran dan tepat jumlah," katanya.

Dengan demikian, penerima pun tidak perlu berkerumun dan berdesak-desakan untuk mencairkan bantuan tersebut atau bisa diambil kapan saja dan di mana saja. "Apalagi kan sekarang kita memang harus menjaga Prokes," ujarnya.

BISNIS
Pasar Tekstil Cipadu Tangerang Kian Sepi Pembeli, Pedagang Ngos-ngosan Bertahan

Pasar Tekstil Cipadu Tangerang Kian Sepi Pembeli, Pedagang Ngos-ngosan Bertahan

Rabu, 21 Januari 2026 | 09:35

Pasar Cipadu, Kota Tangerang yang dahulu dikenal sebagai sentra kain dan pakaian terbesar di wilayah Tangerang tampak semakin sepi, dengan banyak kios tutup dan arus pengunjung yang jauh berkurang.

BANTEN
Aset Bank Banten Tembus Rp10 Triliun pada 2025

Aset Bank Banten Tembus Rp10 Triliun pada 2025

Rabu, 21 Januari 2026 | 19:50

Bank Banten melaporkan lonjakan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang tahun 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang digelar di Kota Serang, Rabu 21 Januari 2026.

TEKNO
Saldo Tiba-tiba Habis? Kenali Penipuan Modus Wallet Drainer dan Cara Pencegahannya

Saldo Tiba-tiba Habis? Kenali Penipuan Modus Wallet Drainer dan Cara Pencegahannya

Selasa, 20 Januari 2026 | 16:13

Kasus saldo kripto yang mendadak terkuras tanpa disadari semakin sering terjadi. Salah satu penyebab yang kini banyak digunakan penipu adalah wallet drainer, alat berbahaya yang mampu menguras aset kripto hanya lewat satu persetujuan transaksi.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill