Connect With Us

Pembangunan Rumah Bersubsidi di Banten Terkendala Regulasi

Rangga Agung Zuliansyah | Jumat, 11 Maret 2022 | 15:46

Ilustrasi rumah bersubsidi. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Banten menilai pembangunan rumah subsidi masih menjadi persoalan di Banten karena membutuhkan regulasi tambahan.

Padahal, sebagai provinsi yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota, Banten memberi kontribusi pembangunan rumah subsidi setelah Jawa Barat.

"Sebelum pandemi biasanya Banten berkontribusi hingga 30 ribuan unit, namun 2 tahun terakhir ini target tak terealisasi," ucap Safran, Ketua Apersi Banten dalam Musda V di Novotel, Kota Tangerang, seperti dilansir dari Antara, Jumat 11 Maret 2022.

Dia berharap dengan kondisi pandemi yang melandai, dan pelonggaran aturan yang ada saat ini bisa jadi momentum bagi Apersi banten bangkit seperti sebelumnya.

"Saya berharap pemerintah bisa menyiapkan regulasi yang lebih fokus kepada pengembangan program sejuta rumah," ujar Safran.

Safran yang terpilih memimpin DPD Apersi Banten periode 2022-2025 ini berharap, pada periode kedua kepemimpinannya bisa maksimal memberikan kontribusi dalam membangun rumah subsidi. 

 

Rumah subsidi ini memiliki pasar yang besar namun dalam perjalanannya kondisi tak terduga kadang membuat pembangunan jadi melambat. 

“Rumah subsidi selalu berjalan bersama dengan regulasi, namun kadang aturan yang ada membuat jalan pembangunan rumah subsidi malah terhambat,” jelasnya.

Danil Djumali, Sekretaris Jenderal DPP Apersi menyatakan kebijakan penerbitan izin yaitu PBG (Perizinan Bangunan Gedung), sebagai ganti IMB (Izin Mendirikan Bangunan), yang berlaku sejak 2 Agustus 2021 hingga sekarang belum maksimal karena hampir semua kabupaten dan kota belum memiliki peraturan (perda). 

"Ini sangat mengganggu dan menghambat pembangunan rumah subsidi dan juga rumah komersial. Karena PBG yang merupakan pengganti IMB tertunda hingga 6 bulan lebih, atau separuh dari program Sejuta Rumah Pemerintah, maka terjadi idle investasi puluhan miliar," ucap Danil.

Sejak dua tahun terakhir, tidak ada penyesuaian harga untuk rumah subsidi dan adanya kenaikan harga bahan bangunan. Maka diperlukan sekali adanya penyesuaian harga jual Rumah Subsidi bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah).

"Untuk itu perlu terobosan dan relaksasi serta koordinasi yang jitu, guna mengurai kebuntuan masalah perizinan ini dengan adanya percepatan dan relaksasi peraturan dan regulasi," ujar Danil. 

Seperti di pembiayaan KPR, menurut Danil, juga harus ada relaksasi kemudahan dan percepatan bagi pasar milenial maupun MBR.

TEKNO
Kompetisi Robotik Nasional Digelar di Tangerang, Kemenpora Tekankan Penguatan Daya Saing Digital Generasi Muda

Kompetisi Robotik Nasional Digelar di Tangerang, Kemenpora Tekankan Penguatan Daya Saing Digital Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:41

Kompetisi teknologi bidang coding dan robotik, Codero National Competition (CNC) 2026 digelar di Mall @ Alam Sutera, Tangerang, selama 24–25 Oktober 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

HIBURAN
BBQ City Light dan Staycation Jadi Andalan Fame Hotel Gading Serpong Sambut Tahun Baru 2027

BBQ City Light dan Staycation Jadi Andalan Fame Hotel Gading Serpong Sambut Tahun Baru 2027

Jumat, 23 Oktober 2026 | 20:26

Fame Hotel Gading Serpong menawarkan paket staycation untuk menyambut Tahun Baru 2027 dengan harga mulai Rp899.999.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill