80 Ribu Anak di Bawah 10 Tahun Darurat Judi Online
Kamis, 14 Mei 2026 | 23:05
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat hampir 200 ribu anak telah terpapar judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak yang masih berusia di bawah 10 tahun.
TANGERANGNEWS.com-Ratusan warga menerima bantuan sembako murah dengan diskon 75 persen di Proyek Perumahan MGK, Desa Nagara, Serang, pada Minggu, 23 Juni 2024.
Bantuan sembako ini merupakan inisiasi dari PT Infiniti Triniti Jaya (ITJ) bermitra dengan Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai respons atas situasi ekonomi tak menentu serta kenaikan harga bahan baku.
Paket sembako yang disediakan antara lain beras Rojolele Super Quality 3kg, minyak goreng 1 liter, telur 1kg, gula 1kg, dan berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya dengan harga yang sangat terjangkau. Ratusan warga hadir dengan antusias dalam acara ini.
Direktur Utama PT Infiniti Triniti Jaya Samuel S. Huang mengatakan, bantuan sembako tersebut diharapkan dapat membantu perekonomian warga yang membutuhkan.
"Kami yakin bantuan ini dapat meringankan sebagian beban dan tanggungan warga sekitar yang semakin hari semakin berat," ujarnya dalam wawancara terpisah.
Sementara itu, perwakilan dari Bank BTN Tangerang Rizki Hermawan menyatakan, sebagai mitra dalam pembangunan Perumahan Mulia Gading Kencana (MGK), Bank BTN juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan sosial semacam ini.
"Ini juga merupakan salah satu bentuk CSR (Corporate Social Responsibility) kami sebagai Bank," ungkapnya.
Hal senada juga diutarakan perwakilan dari Manajemen MGK Pipit Ananda. Menurutnya, kegiatan ini juga merupakan bagian dari tabungan amal ibadah.
"Kami sangat bersyukur menyelenggarakan acara ini. Masyarakat sekitar pasti sangat terbantu," katanya.
Selain warga yang tinggal di MGK, ratusan paket sembako dengan harga terjangkau juga dijual kepada warga sekitar.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat hampir 200 ribu anak telah terpapar judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak yang masih berusia di bawah 10 tahun.
TODAY TAGSejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews