Connect With Us

Legawa, Airin-Ade Pilih Terima Hasil Pilgub Banten 2024 Meski Ada Anomali

Fahrul Dwi Putra | Selasa, 10 Desember 2024 | 17:30

Pasangan calon nomor urut 01 Airin Rachmi Diany-Ade Sumardi memberikan pernyataan resmi terkait hasil rekapitulasi KPU pada Pilgub Banten 2024, Minggu, 8 Desember 2024. (@TangerangNews / Fahrul Dwi Putra )

TANGERANGNEWS.com- Pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Banten 2024, Airin Rachmi Diany dan Ade Sumardi, memutuskan untuk tidak menggugat hasil Pilkada Banten ke Mahkamah Konstitusi (MK). 

Meski tak menampik adanya sejumlah anomali dan dugaan pelanggaran, keputusan ini diambil demi menjaga ketentraman dan keamanan di Provinsi Banten.  

Pengumuman tersebut disampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram resmi Airin dan Ade pada Minggu, 8 Desember 2024, siang. 

Video itu mendapatkan respons hangat dari masyarakat dengan lebih dari 3.200 suka, 284 komentar, dan dibagikan sebanyak 60 kali.  

Dalam video tersebut, Airin mengungkapkan perasaannya terhadap hasil Pilkada yang penuh lika-liku. 

Ia menyebutkan banyak pihak, termasuk politisi, peneliti, dan pengamat, yang menyuarakan keheranan terhadap sejumlah anomali dalam proses pemilihan. Namun, Airin memilih untuk melihat semua ini sebagai bagian dari kehendak Tuhan.  

"Semua kita rasakan, tapi Allah mengizinkan semua ini terjadi. Saya dan Pak Haji Ade meyakini pasti ada hikmahnya. Dan kita semua harus meyakini, ada hikmahnya," ujar Airin.  

Airin juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh partai politik pendukung, tim kampanye, dan masyarakat yang telah mendukung perjuangannya selama proses Pilkada. Ia memohon maaf jika ada khilaf atau kata-kata yang kurang berkenan selama kampanye.  

Ade Sumardi menambahkan, keputusan untuk tidak menggugat hasil Pilkada bukanlah demi kepentingan pribadi, melainkan demi kepentingan masyarakat Banten secara luas. 

Menurutnya, menjaga kedamaian dan keamanan Banten lebih penting dibandingkan memperebutkan hasil pemilu melalui jalur hukum.  

"Untuk kebaikan, untuk Banten tercinta, yang harus selalu damai, tentram, dan tercipta sejahtera," tegasnya.

Lebih lanjut, pasangan ini juga menegaskan pentingnya evaluasi terhadap sistem demokrasi di Indonesia. Ke depannya, proses pemilu diharapkan dapat semakin sempurna, bebas dari pragmatisme, dan berjalan sesuai dengan undang-undang serta nilai-nilai moral bangsa.  

"Kita bersama harus mampu menciptakan sistem demokrasi tanpa pragmatisme, semua instrumen Bangsa dan Negara menjunjung tinggi undang-undang, dan bersama membangun peradaban Bangsa yang bernurani," kata Ade.  

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

BANTEN
16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

16 Lokasi di Banten Masih Menanti Akses Listrik, PLN Targetkan Menyala Akhir Desember

Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:15

Sebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill