Niat Antar Wanita Tak Dikenal, Pria di Tigaraksa Ditusuk Begal, HP dan Motor Raib
Rabu, 8 Juli 2026 | 21:07
Niat baik pria seorang pria berinisial NKA, untuk mengantar wanita tak dikenal berujung petaka.
TANGERANGNEWS.com- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis fenomena tren deflasi selama lima bulan berturut-turut, yang diakibatkan oleh penurunan daya beli masyarakat secara drastis.
Sejak Mei 2024, deflasi tercatat sebesar 0,03%, dan terus berlanjut hingga September 2024 dengan deflasi mencapai 0,12%.
Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku bisnis, salah satunya para pengusaha ritel yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).
Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey mengungkapkan, penurunan daya beli konsumen inilah yang menjadi penyebab utama deflasi.
Untuk menghadapi hal tersebut, banyak pengusaha ritel yang harus melakukan rebranding dan mengecilkan ukuran kemasan produk agar harga produk bisa lebih terjangkau bagi konsumen.
"Dengan konsumen turun belanja maka otomatis semuanya berupaya untuk rebranding atau kemasannya diperkecil supaya turun juga harganya, jadi itulah yang membuat deflasi," ujar Roy dikutip dari CNBC Indonesia, Selasa, 8 Oktober 2024.
Roy juga membantah klaim pemerintah yang menyebut deflasi disebabkan oleh peningkatan pasokan barang.
Menurutnya, faktor utama justru berasal dari penurunan daya beli masyarakat, bukan karena pasokan barang yang melimpah.
"Bukan karena masalah yang dibilang penurunan harga karena impornya sudah bagus, produktivitasnya sudah bagus, itu satu sisi, tapi sisi lain itu karena memang basket size dari konsumen itu yang turun, sehingga semuanya berusaha turunkan harga," tambahnya.
Data menunjukkan bahwa penjualan ritel di wilayah Jabodetabek turun rata-rata 5%-6% pada kuartal III-2024. Sementara itu, di luar Jawa, penjualan masih menunjukkan pertumbuhan sebesar 3%-4%.
"Terutama yang di Jakarta bahkan ada beberapa yang memang bleeding istilahnya. Tapi di luar Jawa masih ada yang tumbuhnya sekitar 3%-4% kuartal III ini. Jadi semakin ke Jabodetabek semakin banyak yang minus, keluar Jabodetabek minusnya ada tapi enggak akan terlalu banyak," beber Roy.
Meski situasi saat ini cukup berat, Roy optimis bahwa deflasi ini akan segera berakhir. Sebab, menjelang Pilkada serentak dan perayaan Natal serta Tahun Baru 2025, permintaan barang di pasar akan kembali meningkat.
Pasokan yang terbatas di tingkat ritel diperkirakan akan mendorong kenaikan harga, sehingga inflasi akan kembali terjadi.
"Jadi akan aman dengan catatan kalau deflasi ini kemungkinan yang terakhir, bulan ini. Bulan depan sudah inflasi, tapi enggak langsung tinggi," kata Roy.
Niat baik pria seorang pria berinisial NKA, untuk mengantar wanita tak dikenal berujung petaka.
TODAY TAGPengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.
Tingkat kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews