Connect With Us

Bisa Tangkap Pembuang Sampah Sembarangan di Tigaraksa Dapat Rp250 ribu

Mohamad Romli | Rabu, 13 September 2017 | 16:00

Tampak Spanduk sayembara kebersihan kelurahan tigaraksa dipasang di Jalan Arya Jaya Santika, Rabu (13/9/2017). (@TangerangNews2017 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Kelurahan Tigaraksa, Kecamtan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang akan memberikan hadiah kepada warga yang berhasil menangkap tangan pelaku yang membuang sampah sembarangan. Upaya ini ditempuh untuk memberikan efek jera, serta mendidik warga untuk tidak membuang sampah kecuali di tempat yang sudah ditentukan.

Saat ini, ada dua lokasi yang dijadikan percobaan untuk kebijakan tersebut yaitu di Jalan Arya Jaya Santika dan Katomas. “Awalnya kami membersihkan sampah yang menumpuk di lokasi tersebut, kemudian saya berfikir cara agar tidak ada lagi warga yang membuang sampah di sana," ujar Lurah Tigaraksa, Galih Prakosa, Rabu (13/9/2017). BACA JUGA : Tumpukan Sampah di Jalan Raya Serang Akhirnya Diangkut

Di dua lokasi tersebut pun kemudian dipasang spanduk sayembara memburu pelaku pembuang sampah. Mereka yang bisa menangkap tangan warga yang membuang sampah di lokasi tersebut, akan diberikan imbalan uang Rp250 ribu.

"Tujuannya agar tidak ada lagi yang membuang sampah di sana, hal ini juga pernah saya lakukan waktu masih bertugas di Kelurahan Mekar Baru," jelasnya.

Selanjutnya, pelaku yang tertangkap membuang sampah tersebut akan diberikan teguran oleh pihak kelurahan dan berkomitmen tidak lagi mengulangi perbuatannya. Namun jika upaya tersebut tidak berhasil, Galih akan memberikan sanksi sosial.

"Sanksinya KTP atau SIM yang bersangkutan akan saya cetak di spanduk agar diketahui publik sebagai orang yang tertangkap membuang sampah sembarangan," tegasnya.

Ia juga menyadari bahwa tidak mudah membangun kebiasaan warga untuk mengelola sampah dengan baik meskipun ada nilai ekonomisnya. "Upaya lainnya yang tengah kami tempuh dengan menambah jumlah satu tempat pengelolaan sampah terpadu," imbuhnya. BACA JUGA : Muara Sungai Dadap Tangerang Sesak dengan Sampah

Alumni STPDN tahun 2018 ini juga sudah menyiapkan tim khusus untuk bisa menangkap tangan pelaku yang membuang sampah sembarangan tersebut selain masyarakat umum. "Kami sudah siapkan anggota linmas yang mengawasi dilokasi tersebut, mereka yang intens memantau," tandasnya.

Ia pun terus mencoba cara-cara lainnya untuk mengatasi persoalan sampah di wilayahnya. "Kita akan terus mencari cara agar lambat laun persoalan sampah ini bisa diatasi," tukasnya.(RAZ)

BANDARA
Tilep Ratusan Tas Lululemon Senilai Rp1 Miliar, Sindikat Pencuri di Kargo Bandara Soetta Diringkus

Tilep Ratusan Tas Lululemon Senilai Rp1 Miliar, Sindikat Pencuri di Kargo Bandara Soetta Diringkus

Kamis, 14 Mei 2026 | 19:33

Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) membongkar sindikat pencurian spesialis barang ekspor di area kargo Bandara Soetta.

AYO! TANGERANG CERDAS
Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 08:18

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

TANGSEL
Pemkot Tangsel Luncurkan Pedoman Teknis Bangunan Hemat Energi, Bisa Hemat APBD Rp8 Triliun

Pemkot Tangsel Luncurkan Pedoman Teknis Bangunan Hemat Energi, Bisa Hemat APBD Rp8 Triliun

Rabu, 13 Mei 2026 | 17:56

Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berupaya menuju kota masa depan yang ramah lingkungan. Berkolaborasi dengan Global Buildings Performance Network (GBPN), Pemkot Tangsel resmi meluncurkan Pedoman Teknis Bangunan Hemat Energi pada Rabu, 13 Mei 2026.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill