Connect With Us

Tidak Hafal Jalan, Perampok Toko Emas Rencanakan Aksi Pakai Waze

Maya Sahurina | Kamis, 11 Juli 2019 | 14:43

Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif menunjukan aplikasi Waze saat menjelaskan kronologi para pelaku perampokan toko emas di Balaraja yang melakukan aksinya. (TangerangNews/2019 / Maya Sahurina)

 

TANGERANGNEWS.com-Perampok toko emas di Balaraja, Kabupaten Tangerang, MNFR, 24, dan MNI, 26, terbilang cerdik. Sayangnya, kemampuannya digunakan untuk aksi kriminal.

Keduanya tidak hafal wilayah targetnya, karena itu mereka merencakannya dengan bantuan teknologi IT.

Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif saat menjelaskan kronologi para pelaku perampokan toko emas di Balaraja yang melakukan aksinya.

Kapolresta Kombes Pol Sabilul Alif mengungkapkan, para pelaku melakukan aksinya di Indonesia tepatnya, di Toko Mas Balaraja karena pernah mengunjungi Indonesia sebelumnya.

"Saat ditanya kenapa memilih Indonesia sebagai sasaran aksi, MNFR menyatakan dirinya memiliki hobi travelling (Jalan-jalan)," ujar Sabilul, Kamis ( 11/7/2019).

Baca Juga :

Lanjut Sabilul, pelaku sebelumnya pernah ke Indonesia pada tahun 2013 dan tahun 2015. "Saat itu, tujuan MNFR ke Indonesia adalah berlibur usai bekerja di Selandia Baru," katanya.

Sedangkan MNI yang baru pertama kali ke Indonesia, karena mengaku tidak begitu memahami wilayah geografisnya, dia menggunakan aplikasi android.

Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif menunjukan foto pelaku perampokan toko emas di Balaraja.

"Mereka memakai aplikasi Waze dan Google Street View, karena kedua tersangka mengaku tidak memiliki guide atau pemandu di Indonesia," ujar Sabilul.

Mereka mengaku dapat mengetahui lokasi dengan mempelajarinya melalui aplikasi tersebut.

"Dengan dua aplikasi itu, para pelaku mengaku dapat memonitor lokasi strategis termasuk menentukan target perampokan," ungkapanya.(RAZ/HRU)

BANTEN
Hadir di KEK ETKI Banten, Urus Dokumen Keimigrasian Kini Tinggal ke Beranda Imigrasi

Hadir di KEK ETKI Banten, Urus Dokumen Keimigrasian Kini Tinggal ke Beranda Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:49

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan meresmikan fasilitas Beranda Imigrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) Banten, BSD City, Kabupaten Tangerang

KAB. TANGERANG
20 Ribu Pekerja Informal di Kabupaten Tangerang Belum Terlindungi Jaminan Sosial, Pemkab Ngarep Bantuan CSR

20 Ribu Pekerja Informal di Kabupaten Tangerang Belum Terlindungi Jaminan Sosial, Pemkab Ngarep Bantuan CSR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:13

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mencatat masih ada sekitar 20.000 pekerja sektor informal di wilayahnya yang hingga saat ini belum tersentuh jaminan sosial.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill