Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK
Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
TANGERANGNEWS.com-Peristiwa kericuhan antara debt collector dengan nasabah (debitur) yang berujung pembacokan terjadi di Kampung Bugel, Kelurahan Kaduagung, Tigaraksa, Selasa (14/7/2020).
Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Baca Juga : Kapolres Sebut Kubu Debt Collector Pun Jatuh Korban
Akibat kejadian itu, tiga orang, yakni NK, 50, MU, 40, warga Kampung Bugel dan LA, warga Kampung Jambe harus mendapatkan perawatan medis karena terluka.
Insiden itu bermula saat sekitar pukul 17.30 WIB, NK yang mengendarai mobil minibus Daihatsu Xenia nopol B 1546 NMR melintas di perempatan Bugel kemudian diberhentikan oleh debt collector karena cicilan kredit kendaraan roda empat atas nama SO itu menunggak selama delapan bulan.
Sekitar pukul 19.00 WIB, antara nasabah dan debt collector bertemu untuk berunding agar mobil tersebut tidak ditarik.
Informasi yang dihimpun, pihak debt collector meminta tebusan Rp8 juta, sementara pihak nasabah hanya menyanggupi Rp1 juta.
Karena tak mendapatkan kata sepakat, keributan tersebut pun akhirnya terjadi.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi TangerangNews membenarkan peristiwa itu.
"Keributan antara debitur dengan debt collector," singkatnya.
Kini, kasus tersebut dalam penanganan Polresta Tangerang. (RMI/RAC)
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.
TODAY TAGKantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
Santika Indonesia Hotels & Resorts kembali menggelar program GM For A Day 2026 dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews