Connect With Us

Nasabah & Debt Collector Bentrok di Tigaraksa Tangerang

Redaksi | Selasa, 14 Juli 2020 | 22:50

Screenshot atau tangkapan layar video Salah satu korban bentrokan antara nasabah dan debt collector di Tigaraksa saat mendapatkan perawatan medis, Selasa (14/7/2020). (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Peristiwa kericuhan antara debt collector dengan nasabah (debitur) yang berujung pembacokan terjadi di Kampung Bugel, Kelurahan Kaduagung, Tigaraksa, Selasa (14/7/2020).

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Baca Juga  : Kapolres Sebut Kubu Debt Collector Pun Jatuh Korban

Akibat kejadian itu, tiga orang, yakni NK, 50, MU, 40, warga Kampung Bugel dan LA, warga Kampung Jambe harus mendapatkan perawatan medis karena terluka.

Insiden itu bermula saat sekitar pukul 17.30 WIB, NK yang mengendarai mobil minibus Daihatsu Xenia nopol B 1546 NMR melintas di perempatan Bugel kemudian diberhentikan oleh debt collector karena cicilan kredit kendaraan roda empat atas nama SO itu menunggak selama delapan bulan.

Sekitar pukul 19.00 WIB, antara nasabah dan debt collector bertemu untuk berunding agar mobil tersebut tidak ditarik.

Informasi yang dihimpun, pihak debt collector meminta tebusan Rp8 juta, sementara pihak nasabah hanya menyanggupi Rp1 juta.

Karena tak mendapatkan kata sepakat, keributan tersebut pun akhirnya terjadi.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi TangerangNews membenarkan peristiwa itu.

"Keributan antara debitur dengan debt collector," singkatnya.

 

Kini, kasus tersebut dalam penanganan Polresta Tangerang. (RMI/RAC)

 

WISATA
Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46

Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill