Connect With Us

Memprihatinkan, Genteng dan Plafon SDN di Tangerang Jebol Belum Diperbaiki

Tim TangerangNews.com | Rabu, 1 Desember 2021 | 17:04

Kondisi sekolah SDN Karangharja 2, Cisoka, Kabupaten Tangerang, di dua ruangan yaitu kelas 4a dan 4b sangat memprihatinkan dan membahayakan keselamatan siswa. (@TangerangNews / Viva)

TANGERANGNEWS.com-Genteng dan plafon sebuah bangunan sekolah SDN Karangharja 2 Karangharja, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten jebol tepatnya di dua ruangan kelas 4 sejak beberapa waktu lalu akibat diterjang angin kencang.

"Saat ini untuk kondisi sekolah di dua ruangan yaitu kelas 4a dan 4b sangat memprihatinkan dan sangat membahayakan bagi keselamatan siswa/siswi kami," kata guru SDN Karangharja, Ahmad Lomri saat ditemui di Tangerang, Rabu 1 Desember 2021, dikutip dari Antara.

Lomri mengatakan, genteng dan atap sekolah itu rusak akibat angin besar yang menerjang sejak beberapa bulan yang lalu. Akibatnya, ruangan kelas tersebut rusak karena adanya air hujan yang masuk dari atap sekolah yang rusak.

"Kalau persisnya di bulan apa saya lupa, tetapi pas kejadian itu genteng sekolah pada terbang dan copot, ditambah sama hujan yang masuk ke dalam plafon hingga jebol," katanya.

Ia mengaku, saat ini pihaknya terpaksa masih menempati ruangan yang rusak itu, karena untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dan ujian bagi siswa dan siswi kelas 4.

"Karena selain tidak ada ruangan lagi, saat ini siswa sedang melaksanakan ujian. Kadang-kadang kalau terjadi hujan deras kami juga harus memberhentikan kegiatan pembelajaran dan mengeluarkan anak-anak dari kelas untuk menjaga keselamatan dan keamanan mereka," tuturnya.

Ia mengatakan pihaknya telah melaporkan kondisi dan situasi sekolah SDN Karangharja tersebut ke Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang untuk meminta perbaikan. "Namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya."

"Kita juga sudah lapor ke kecamatan setempat namun belum kunjung ada respons juga atas laporan. Tetapi kemarin ada salah satu anggota dewan yang menanyakan kondisi sekolah," tuturnya.

Lebih lanjut Lomri mengungkapkan, dengan kondisi sekolah yang mengkhawatirkan, keluhan dari orang tua atau wali siswa pun terus berdatangan karena mereka khawatir atas keselamatan anaknya.

"Tetapi saya berharap, pemerintah dan dinas terkait untuk segera membantu kami dalam proses perbaikan sekolah ini," harapnya.

Adapun dari jumlah siswa di SDN Karangharja 2 yaitu sebanyak 400 siswa. Dan untuk kelas 4a dan 4b yang terdampak tersebut sebanyak 62 siswa.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

TANGSEL
Viral! Pedagang Sate Padang di Bintaro Dipalak Preman Rp200 Juta hingga Dikalungin Celurit

Viral! Pedagang Sate Padang di Bintaro Dipalak Preman Rp200 Juta hingga Dikalungin Celurit

Rabu, 30 September 2026 | 17:58

Aksi pemalakan meresahkan yang menimpa seorang pedagang Sate Padang Sektor 9 Group di kawasan Bintaro, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), viral di sosial media.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill