Bus Penumpang Kepergok Angkut Belasan Motor Kredit di Pelabuhan Merak, Hendak Digelapkan ke Sumatera
Sabtu, 14 Februari 2026 | 20:18
Jajaran Ditreskrimum Polda Banten membongkar sindikat penggelapan kendaraan bermotor kredit atau jaminan fidusia.
TANGERANGNEWS.com- Warga Kampung Santri Sebrang, Desa Kemiri, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Banten secara gotong royong melakukan pengecoran untuk pembangunan kembali Musala Al-Mukmin pada Sabtu pagi, 29 Januari 2022.
Renovasi total musala ini diinisiasi Rumah Makan Bakakak, Cibadak, yang selama ini telah membantu pembangunan empat rumah ibadah umat muslim. Pihak Rumah Makan Bakakak mengaku bersyukur bersama warga Kampung Santri bisa membangun kembali musala tersebut.
Pembangunan kembali musala itu ditargetkan selesai dalam kurun dua bulan. Jaenal Arifin selaku ketua pembangunan musala menyatakan, proses pembangunan sudah mencapai 50 persen dalam 21 hari semenjak dibangun.
"Awalnya nggak terlalu banyak yang bantu. Tapi semakin ke sini, warga makin antusias, paling ramai waktu pengecoran, ya, hari ini,” tutur Jaenal.
Musala Al-Mukmin lahannya merupakan tanah wakaf keluarga almarhum Haji Jagawi, dengan luas bangunan awal 4x8, yang sekarang diperluas menjadi 9x7 meter persegi.
"Musala ini tadinya sudah usang, kami bangun kembali. Pendiri awalnya almarhum Haji Jagawi, jadi kami tetap mempertahankan nama Al-Mukmin,” kata Jaenal menerangkan.
Adapun soal dana pembangunan, dia mengungkapkan sejauh ini belum menerima dana bantuan dari pemerintah. Bantuan berupa material dan tenaga berhasil diupayakan oleh warga kampung Kemiri.
Ustaz Ozi yang turut mengawasi jalan pembangunan musala mengaku sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam pembangunan Musala Al-Mukmin. "Alhamdulillah, semua santri dari Desa Cibadak ikut membantu," ungkapnya.
Jajaran Ditreskrimum Polda Banten membongkar sindikat penggelapan kendaraan bermotor kredit atau jaminan fidusia.
TODAY TAGRangkaian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya di Pasar Kemis, rasanya sudah sulit dianggap sekedar kebetulan. Belum ada satu bulan, setidaknya empat kecelakaan terjadi di wilayah yang kurang lebih sama.
Manajemen PT Biotek Saranatama membantah tudingan bahwa perusahaannya menjadi penyebab pencemaran Sungai Cisadane.
Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews