Connect With Us

Penyebab Pasien Covid-19 Meninggal di Tangerang Belum Diketahui Delta atau Omicron

Tim TangerangNews.com | Selasa, 15 Februari 2022 | 16:00

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi. (@TangerangNews / Pemkab Tangerang)

TANGERANGNEWS.com–Satgas Penanganan dan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tangerang, menyebutkan kasus meninggal akibat terjangkit positif Covid-19 di daerah itu kini kembali bertambah dua orang, sehingga total menjadi enam orang pada Januari-Februari 2022.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan, kedua pasien Covid-19 yang meninggal itu merupakan warga asal Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.

Sejauh ini Hendra belum bisa menjelaskan pasien yang meninggal ini apakah akibat varian Delta atau Omicron. Namun, ia memastikan kedua pasien ini meninggal karena Covid-19.

"Pasien meninggal ini salah satunya ada yang lansia dan pra lansia. Mereka rata-rata memiliki penyakit penyerta, dan mereka juga baru dilakukan vaksin satu kali,” ujar Hendra di Tangerang, Selasa 15 Februari 2022, dikutip dari Antara.

Ia menuturkan, penambahan ini diketahui sejak lima hari lalu, tetapi laporannya baru sampai sekarang. “Dua warga itu berinisial M, 46,  dan MR, 48," ucap Hendra.

Hendra menyebutkan hingga saat ini secara keseluruhan total kasus kematian karena virus corona di Kabupaten Tangerang ada sebanyak 402 orang. "Total secara keseluruhan kasus meninggal ada 402 orang, dan yang meninggal ini semua telah dilakukan perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19," katanya.

Hendra menambahkan untuk kasus aktif baru ada sebanyakr 11.818 orang, baik itu pasien yang menjalani perawatan dan pasien menjalani isolasi di tempat terpadu, sehingga secara keseluruhan total kasus konfirmasi menjadi 41.921 orang.

Selain itu, sambung Hendra, pada kasus pasien sembuh dari Covid-19 di wilayahnya ada penambahan sebanyak 577 orang dengan total menjadi 29.701 orang.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill