Connect With Us

Remaja Bonceng Tiga Adu Kerbau dengan Truk di Sindang Jaya Tangerang, Satu Tewas

Dimas Wisnu Saputra | Minggu, 23 Oktober 2022 | 17:04

Lokasi kecelakaan sepeda motor dengan truk di Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Dimas Wisnu Saputra)

TANGERANGNEWS.com-Tiga remaja yang berboncengan sepeda motor terlibat adu kerbau dengan truk di Jalan Pasar Kemis, Desa Sindang Panong, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang. Satu di antaranya tewas dalam insiden tersebut.

Kasubnit Lakalantas Polresta Tangerang, Ipda Adi Silpaturohman mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 22 Oktober 2022, sekitar pukul. Tiga remaja tersebut yakni PH, dan WR asal Klaten, serta KN dari Tangerang.

Awalnya, ketiga korban yang berbonceng dengan Suzuki Satria melintas dari arah Pasar Kemis menuju Rajeg, Kabupaten Tangerang. Kendaraan itu dikemudikan oleh PH, 13.

"Ketika di lokasi, motor PH berbenturan adu kerbau dengan kendaraan Mitsubishi light truk yang datang dari arah berlawanan," kata Adi, Minggu 23 Oktober 2022.

Akibat kejadian tersebut, PH, meninggal dunia di tempat. Sementara dua temannya yang dibonceng mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Balaraja.

"PH tewas di lokasi dan jasadnya dievakuasi ke RSU Kabupaten Tangerang, yang dibonceng hanya mengalami luka. Kerugian ditaksir sekitar Rp700 ribu," ujar Adi.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Jalur Mutasi SPMB SMP Kota Tangerang Dibuka Besok

Senin, 29 Juni 2026 | 19:00

Proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill