Connect With Us

Warga Bogor Bersimbah Darah Dibegal di Cisauk Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 24 Oktober 2022 | 09:22

Ilustrasi Begal Sepeda Motor. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Seorang warga Rumpin, Kabupaten Bogor, mengalami sejumlah luka tusukan usai diduga dibegal di wilayah Cisauk, Kabupaten Tangerang.

Korban berhasil menyelamatkan diri meskipun dalam kondisi pendarahan karena luka tusuk dengan senjata tajam ke rumah sakit.

“Iya, benar ada pasien masuk ke rumah sakit dan setelah diperiksa mengalami luka di bagian tubuhnya,” kata Riadi, sekuriti RS Selaras dilansir dari bogordaily pada Senin, 24 Oktober 2022.

Menurutnya, korban membawa sepeda motor sendiri dengan luka yang dideritanya, untuk mendapat penanganan medis.

“Saya yang pindahin motornya, dan korban sudah bersimbah darah dengan mengendarai motor sendiri ke rumah sakit,” jelasnya.

Baca juga: 

Babinmas Desa Sukamulya Aipda Asep Rohmat Mulyana mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan ada warga Kampung Leuwiranji ditusuk di kawasan Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang.

“Untuk kronologi kejadian keterangan korban mengalami tusukan di wilayah Cisauk yang awalnya cekcok dengan pelaku pencurian motor,” kata Asep.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami enam luka tusukan, di area dada dan punggung.

“Korban atas nama Sarif Hidayat masuk ke rumah sakit pukul 18.30, dan sekujur tubuhnya mendapat tusukan cukup banyak tapi sudah mendapat penanganan dari rumah sakit,” pungkasnya.

WISATA
Pulau Sangiang Banten Kini Terkoneksi 4G Telkomsel, Bisa Tetap Update Selama Liburan

Pulau Sangiang Banten Kini Terkoneksi 4G Telkomsel, Bisa Tetap Update Selama Liburan

Selasa, 17 Maret 2026 | 15:35

Pulau Sangiang, sebuah pulau tersembunyi di tengah Selat Sunda, kini tak lagi terisolasi jaringan internet.

HIBURAN
Bukan Cuma Opor, Tradisi Makan Bakso saat Lebaran Ternyata Sudah Ada Sejak 1981

Bukan Cuma Opor, Tradisi Makan Bakso saat Lebaran Ternyata Sudah Ada Sejak 1981

Senin, 23 Maret 2026 | 22:37

Opor, ketupat, dan aneka kue kerap menjadi menu utama saat Hari Raya Idulfitri. Namun setelah terasa dengan sajian khas Lebaran, banyak warga justru beralih mencari semangkuk bakso hangat.

OPINI
Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:37

Ramadan 1447 Hijriah (2026) baru saja membasuh spiritualitas kita, namun ia menyisakan residu kegelisahan yang melampaui urusan ibadah. Di tengah gema takbir yang bersahutan, publik disuguhi tontonan otoritas keagamaan yang tak lagi sekadar memandu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill