Agar Tertata, PKL di Bantaran Sungai Cisadane Ditertibkan
Kamis, 2 April 2026 | 21:30
Tim gabungan dari Kecamatan Tangerang menggelar penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang bantaran Sungai Cisadane, Kamis, 2 April 2026.
TANGERANGNEWS.com-FA seorang pria yang mengaku sebagai wartawan media online lokal menjadi korban pengeroyokan sekelompok orang di SPBU Pertamina Cikupa, Kabupaten Tangerang, Senin, 24 Oktober 2022, dini hari.
Aksi pengeroyokan itu diduga dipicu FA yang meliput aksi penyalahgunaan BBM subsidi jenis pertalite di SPBU tersebut.
Awalnya FA mencurigai adanya pembelian pertalite yang dilakukan salah satu motor gede (moge) secara berulang-ulang di SPBU itu, sekitar pukul 01.00 WIB. Kemudian, dia bersama empat rekannya berupaya mengkonfirmasi hal itu ke pihak SPBU.
"Saya bersama empat teman saya bertemu dengan penanggung jawab SPBU untuk konfirmasi, lalu datang lah oknum TNI. Kemudian kami disudutkan sehingga membuat situasi tidak nyaman," katanya di Polresta Tangerang.
Ia menyebutkan, pria yang diduga oknum TNI itu menuduh dia dan rekannya melakukan hal buruk, sehingga memicu masyarakat sekitar menyerang dirinya.
"Saya juga terkena tonjokan dari bibir, telinga, dan dipunggung," kata FA.
Baca Juga: Sejumlah Remaja Bersajam di Balaraja Tangerang Gagal Tawuran Keburu Ditangkap Warga
Saat massa datang lebih banyak, ia pun berupaya menghindar agar tidak mengalami luka lebih parah. Kemudian, ia pun membuat laporan ke Polresta Tangerang terkait aksi penganiayaan yang dialaminya di SPBU Cikupa.
Kasat Reskrim Polresta Tangerang Kompol Zamrul Aini mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tersebut dan akan segera menangkap pelaku pengeroyokan terhadap korban.
"Nanti segera kita tangkap pelakunya, kalau Reskrim kan belum lakukan penyelidikan," singkatnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab SPBU Cikupa Tangerang Erwin ketika dikonfirmasi mengatakan pria yang mengaku wartawan itu sebelumnya pernah datang bersama gerombolan rekannya ke SPBU.
Mereka diduga melakukan pemerasan dengan modus menakut-nakuti warga yang mengisi BBM subsidi secara berulang.
"Pertama datang memberhentikan motor dengan nakut-nakutin warga. Dia juga mengaku sebagai anggota (polisi), yang lebih arogannya lagi oknum wartawan ini mengancam menembak," kata Erwin ketika ditemui Tangerangnews.com di kantornya.
Dirinya sempat diajak berbincang berdua dengan oknum wartawan itu. Mereka mengaku sengaja mengumpulkan orang yang membeli BBM pertalite untuk kendaraan non subsidi agar bisa diperas.
Baca Juga: Polisi Sisir Apotek di Kota Tangerang Pastikan Tidak Jual 5 Obat Sirup yang Dilarang BPOM
"Mereka meminta uang dengan nominal berbeda kepada warga yang sudah diberhentikannya. amun ada kesaksian beberapa warga yang telah dipintai senilai puluhan juta," ungkapnya
Menurut Erwin, seharusnya jika pihaknya dinilai salah atau keluar dari SOP Pertamina, segera laporkan saja kepada pihak yang berwajib atau diberitakan sesuai fakta di lapangan.
"Jika memang kita salah, wartawan seharusnya mengusut dugaan tersebut. Bukannya malah menakut-nakuti warga, oknum yang datang itu selalu bertindak dengan sendirinya di SPBU kami," pungkasnya.
Tim gabungan dari Kecamatan Tangerang menggelar penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang bantaran Sungai Cisadane, Kamis, 2 April 2026.
TODAY TAGBaru-baru ini, di sebuah ruang sidang di Kabupaten Karo, akal sehat kolektif kita baru saja dieksekusi tanpa ampun. Seorang Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan wajah serius—dan mungkin tanpa beban dosa—menggugat sebuah realitas ekonomi modern
Layanan kantor cabang Bank Mandiri dan BCA masih tutup selama periode libur Lebaran 2026 dan baru akan kembali beroperasi normal pada 25 Maret 2026.
Punya hobi ngonten atau sekadar suka berbagi momen estetik di media sosial? Tahun ini adalah kesempatan emas bagi kamu untuk mengubah kreativitas menjadi pundi-pundi hadiah.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews