Connect With Us

Lalu Lintas di Exit Tol Balaraja Timur Lumpuh Imbas Demo Buruh Tuntut UMK Naik

Muhamad Yusri Hidayat | Rabu, 24 Desember 2025 | 14:48

Lalu lintas lumpuh akibat demo buruh menuntut UMK naik di Jalan Raya Serang dan akses Tol Tangerang-Merak, Rabu 24 Desember 2025. (@TangerangNews / Muhamad Yusri Hidayat)

‎TANGERANGNEWS.com-Ribuan buruh dari Tangerang Raya melakukan aksi unjuk untuk mengawal rencana penetapan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) oleh Gubernur Banten.

‎Berdasarkan pantauan dari lokasi, terlihat beberapa serikat buruh melakukan pemblokiran jalan di Exit Tol Balaraja Timur. Imbasnya kemacetan terjadi pada akses tol dan Jalan Raya Serang. 

Diketahui, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tangerang yang diusulkan ke Gubernur Banten yaitu 6,31 persen atau menjadi Rp5.210.377.

Besaran gaji buruh tersebut merupakan hasil kesepakatan Dewan Pengupahan Daerah setempat dan telah diputuskan dalam Surat Bupati Tangerang bernomor B/500.15.14.1/ 13523-DISNAKER/XII/2025, tertanggal 23 Desember 2025, perihal Rekomendasi Upah Minimum (UM) dan Upah Minimum Sektoral (UMS) Kabupaten Tangerang tahun 2026.

‎Joe, Koordinator Aksi Aliansi Buruh Banten Bersatu menjelaskan aksi unjuk rasa yang akan digelar Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, ini dilakukan untuk mengawal kenaikan upah minimum, agar sesuai dengan kebutuhan kaum buruh. 

‎"Unjuk rasa ini kita lakukan karena pemerintah masih mengacu kepada pendapatan upah melalui nilai Alpha, sementara dari pihak kami selaku kaum buruh mengacu kepada kebutuhan hidup layak sebesar 11,13 persen," jelasnya. 

‎Joe melanjutkan, pihaknya merasa keberatan dengan rekomendasi upah minimum versi pemerintah. Sebab, rekomendasi sebesar 6,31 itu tidak sesuai dengan kebutuhan riil sehari-hari buruh di Kabupaten Tangerang.

"Karena seperti kita ketahui bersama kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Tangerang itu jauh lebih mahal dibanding kenaikan upah," lanjutnya. 

‎Disisi lain, salah seorang pengguna jalan, Daud mengatakan, dirinya sudah terjebak kemacetan selama dua jam akibat pemblokiran jalan yang dilakukan oleh buruh tersebut. 

‎"Saya dari arah Cikarang mau ke arah Balaraja Barat, kejebak macet kurang lebih dua jam," kata Daud. 

‎Salah seorang pengguna jalan lainnya, Asnawi menjelaskan, dirinya merasa terganggu dengan kemacetan yang disebabkan oleh pemblokiran jalan pengunjuk rasa tersebut. 

‎"Ini 30 menit harusnya udah nyampe mana, ini masih di pintu keluar tol aja," tutupnya.

KOTA TANGERANG
Awas! Curanmor Modus Wanita Ajak Kenalan di Instagram, Motor Mahasiswa di Tangerang Digasak

Awas! Curanmor Modus Wanita Ajak Kenalan di Instagram, Motor Mahasiswa di Tangerang Digasak

Jumat, 6 November 2026 | 16:14

TANGERANGNWS.com-Berkenalan dengan seorang wanita melalui media sosial Instagram justru berujung petaka bagi seorang mahasiswa di Kota Tangerang.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill