Connect With Us

Pemkot Tangerang Siap Berikan Pohon ke Pelaku Industri

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 26 Oktober 2015 | 19:30

Kondisi beban emisi C02 di Kota Tangerang berdasarkan hasil inventarisir sumber pencemar udara oleh Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Tangerang mencapai 3.031.898,66 ton/tahun. (Istimewa / Tangerangnews)

TANGERANG-Badan Lingkungan Hidup (BLH)  Kota Tangerang mengajak pelaku Industri agar ikut gerakan menanam pohon sebagai upaya mengurangi beban emisi yang menyebabkan pemanasan global.

 

Hal ini juga sebagai langkah mensukseskan program penanaman ‘Satu Miliar Pohon’  yang dicanangkan pemerintah pusat. “Industri harus ikut menanam pohon, karena di kota tangerang sudah minim lahan untuk penghijauan,” kata Sekretaris BLH Kota Tangerang, Dedi Hidayat, Senin (26/10).

 

Menurut Dedi, pihaknya juga siap memberikan bibit pohon jika pihak perusahaan memintanya. Selaam ini BLH hanya menawarkan bibit pohon kepada pihak perushaan yang membuat izin lingkungan.

 

“Kedepan nanti kita kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja untuk memberikan bibit ke industri-industri. Kita juga sudah tentukan ukuran dan jenisnya, yakni sekitar tinggi 2 meter dan diameter 10 cm,” jelasnya.

Dedi menjelaskan, fenomena pemanasan global yang diakibatkan karena tingginya kadar gas rumah kaca di atmosfer semakin hari semakin menjadi ancaman untuk kenyamanan kehidupan manusia.


 Dampak yang paling serius bagi kelangsungan kehidupan ekositem di planet bumi adalah terjadinya perubahan iklim global yang dirasakan oleh seluruh makhluk hidup di bumi.


Presiden Jokowi  berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen dengan upaya sendiri atau 41 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2020 dalam rangka mitigasi perubahan iklim global.

 
“Oleh karena itu, Pemerintah Kota Tangerang juga harus menindak lanjuti upaya mitigasi perubahan iklim tersebut agar dampak perubahan iklim dapat diminimalisir dan turut serta menuwujdkan komitmen yang telah diambil oleh Presiden RI  pada KTT Perubahan Iklim,” katanya.

 

NASIONAL
Viral, Bocah SD di NTT Tulis Surat Perpisahan Sebelum Gandir Diduga Gegara Tak Dibelikan Buku dan Pensil

Viral, Bocah SD di NTT Tulis Surat Perpisahan Sebelum Gandir Diduga Gegara Tak Dibelikan Buku dan Pensil

Rabu, 4 Februari 2026 | 10:47

Seorang,m siswa kelas IV sekolah dasar berinisial YBR, 10, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di sebuah pohon cengkih di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 29 Januari 2026, lalu.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

BANDARA
Cuma Rp3.500, Transjabodetabek Rute Terminal Blok M-Bandara Soetta Beroperasi Pekan Depan

Cuma Rp3.500, Transjabodetabek Rute Terminal Blok M-Bandara Soetta Beroperasi Pekan Depan

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:59

Rute baru Transjabodetabek yang menghubungkan Terminal Blok M-Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) bakal resmi beroperasi pekan depan.

OPINI
Menambal Lubang Jalan dengan Batu, Menambal Tanggung Jawab Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Baliho “Hati-Hati Jalan Berlubang"

Menambal Lubang Jalan dengan Batu, Menambal Tanggung Jawab Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan Baliho “Hati-Hati Jalan Berlubang"

Senin, 2 Februari 2026 | 20:43

Di Kabupaten Tangerang, lubang jalan bukan lagi anomali. Ia telah menjadi pola. Ia hadir bukan sebagai kecelakaan kebijakan, melainkan sebagai hasil dari pembiaran yang sistematis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill