Connect With Us

Tersinggung 'Main' Tak Kuat Lama Alasan Jonny Bunuh Istri Juragan Bakmi

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 19 September 2017 | 16:00

Tersangka Jonny Setiawan, 37, Pelaku pembunuh istri juragan bakmi di Cipondoh. (@TangerangNews2017 / Rangga A Zuliansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Jonny Setiawan, 37, mengaku nekat membunuh istri juragan bakmie, VYS, 40, karena merasa sakit hati lantaran dibilang kemaluannya kecil dan tidak tahan lama. Hal itu terjadi usai keduanya melakukan hubungan intim di kontrakan pelaku di RT04/08 No 9, Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Minggu (17/9/2017).

“Pelaku dan korban sendiri sebenarnya sudah memiliki keluarga. Namun keduanya menjalani hubungan gelap. Mereka kerap berhubungan intim,” kata kata Humas Polres Metro Tangerang Kompol Triyani, Selasa (19/9/2017). BACA JUGA : Pembunuh Istri Juragan Bakmie Ditangkap di Ponpes Bogor

Sebelum pembunuhan terjadi, sekitar pukul 20.00 WIB korban dan pelaku bertemu di kontrakan. Kemudian mereka mengobrol sebentar. Pelaku sempat mandi, lalu kembali ngobrol dengan korban sambil tiduran di atas kasur, hingga keduanya pun melakukan hubungan intim.

“Setelah selesai, sekitar pukul 21.00 WIB, mereka melanjutkan ngobrol. Berselang 20 menit kemudian, pelaku mengajak untuk melakukan hubungan badan lagi, namun korban menolak dengan alasan kemaluan korban kecil dan tidak kuat berhubungan lama,” jelas Triyani.

Selain itu, korban juga membandingkan pelaku dengan para mantan selingkuhannya dalam berhubungan badan. Perkataan korban itu membuat pelaku marah. Keduanya mulai cekcok mulut. Pelaku sempat mendorong korban. Karena korban membalasnya dengan memukul pelaku beberapa kali  sambil berteriak.

“Dasar enggak tahu diri, luh mana hidup tanpa gua.  Luh aja diusir sama bini luh," kata Triyani meniru ucapan korban.

Mendengar itu, pelaku semakin emosi hingga dia pergi ke dapur untuk mengambil pisau. Korban sempat mengikuti ke dapur sambil memukulinya. Selanjutnya korban berusaha merebut pisau tersebut hingga terjadi saling dorong sampai korban jatuh ke atas kasur. BACA JUGA : Istri Juragan Bakmie Tewas, Polisi Selidiki Indikasi Cinta Segitiga

“Saat berada di atas kasur, pelaku langsung menusuk korban pada bagian leher sebelah kiri sebanyak dua kali. Kemudian korban membekap mulut korban menggunakan tangan sampai tidak bergerak. Wajah korban ditutup menggunakan bantal yang ada di kamar hingga tewas,” jelas Triyani.

Setelah korban tak bernafas, kemudian pelaku langsung mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terkena darah. Dia pun melarikan diri dengan membawa sepeda motor korban.(DBI)

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

TEKNO
Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Terbaru! Ini Rekomendasi Software Absensi Terbaik Tahun 2026

Selasa, 3 Februari 2026 | 20:28

Di tahun 2026, sistem kerja perusahaan semakin dinamis. Banyak bisnis sudah menerapkan hybrid working, multi-shift, hingga operasional lintas lokasi. Karena itu, absensi manual seperti tanda tangan atau spreadsheet sudah tidak lagi relevan.

BISNIS
Incar Pasar Properti Tangerang, Mitra Besi Baja Ekspansi ke Serpong

Incar Pasar Properti Tangerang, Mitra Besi Baja Ekspansi ke Serpong

Jumat, 6 Februari 2026 | 16:35

Jaringan ritel material konstruksi di bawah naungan PT Mitra Baja Cemerlang (MBC), Mitra Besi Baja (MBB) resmi membuka cabang keduanya di Serpong, Kota Tangerang Selatan.

NASIONAL
Sejarah Awal Mula 9 Februari Diperingati Sebagai Hari Pers Nasional

Sejarah Awal Mula 9 Februari Diperingati Sebagai Hari Pers Nasional

Senin, 9 Februari 2026 | 05:31

Setiap 9 Februari, insan pers di Indonesia memperingati Hari Pers Nasional (HPN) sebagai momentum untuk menengok kembali perjalanan panjang pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill