Connect With Us

26 Hakim PN Tangerang Urusi 5000 Perkara Setahun

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 10 Januari 2018 | 13:00

Nirwana saat memberikan sambutan pada acara pisah-sambut Ketua PN Tangerang dari dr Nirwana kepada Muhammad Damis. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Khusus Tangerang memiliki beban kerja yang dinilai berat. Dengan jumlah hakim yang hanya 26 orang, mereka harus mengurusi 5000-an perkara dalam setahun.

Hal ini dikatakan mantan Ketua PN Tangerang Nirwana saat pisah sambut Ketua PN Tangerang yang baru  Muhammad Damis, Rabu (10/1/2018). Dia berharap semoga Damis bisa menompang beban yang ada di PN Tangerang.

BACA JUGA:

"Bebannya disini para hakim ada 26 hakim yang harus mengurusi pertahun 5000-an perkara," tuturnya.

Sementara itu, Muhammad Damis menuturkan, untuk mengatasi beban tersebut pihaknya tidak akan menambah kuota hakim di PN Tangerang. Melainkan hanya memanfaatkan SDM Hakim yang tersedia saja.

"Apapun namanya inilah sumber daya hakim yang tersedia, dengan yang tersedia ini lah yang akan kita maksimalkan, jadi kita akan dorong lagi kinerja mereka," ungkapnya.

Damis menambahkan, jumlah perkara di PN Tangerang memang sangat banyak, tentunya hal tersebut akan membuat kinerja hakim untuk lebih serius lagi. "Pastinya volume perkara sejumlah ini mereka pasti akan bekerja lebih ekstra lagi," paparnya,

Nirwana akan menjabat sebagai Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi Negeri Makassar. Sedangkan Muhammad Damis sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri Makassar.(RAZ/RGI)

PROPERTI
Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Rayakan 50 Tahun, Summarecon Awards 2026 Apresiasi Mitra di Balik Pertumbuhan Penjualan 27%

Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:47

Menandai perjalanan panjang menuju usia emas 50 tahun, PT Summarecon Agung Tbk kembali menggelar ajang penghargaan bergengsi Summarecon Awards 2026.

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill