Tunduk Syariat
Selasa, 8 September 2026 | 22:01
Dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad saw, akhirnya sampai juga ke tanah Yatsrib, Kota Madinah.
TANGERANGNEWS.com - Pihak keluarga korban pembunuhan sekeluarga merencanakan Emang, 40, dan Nova, 19, dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) wilayah Bogor, Jawa Barat. Sedangkan anak bungsu Emang yakni Tiara, 11, disemayamkan di TPU wilayah Sepatan, Kabupaten Tangerang.
"Emang dan Nova kami bawa ke Bogor. Dimakamin di sana," ujar kakak kandung Emang, Ojah, 56, saat ditemui di RSUD Tangerang, Selasa (13/2/2018).
"Kalau Tiara dimakamin di Sepatan di dekat rumah Ayah kandungnya," tambahnya.
Tiara dimakamkan di sana, karena memang ia merupakan anak dari pasangan Emang bersama suami pertamanya, bukan Efendi.
Sementara Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Harry Kurniawan, hingga saat ini ketiga jenazah korban pembunuhan itu masih berada di RSUD Tangerang. Proses otopsinya pun masih berlangsung.
"Yang almarhumah Tiara sudah selesai otopsi. Sekarang almarhumah Nova masih dalam proses. Sedangkan Emang belum dilakukan," kata Harry.
Harry menuturkan, hasil dari proses otopsi yang sudah berjalan tersebut terdapat beberapa luka tusukan dibagian tubuh fatal seperti jantung dan dada.
"Yang ditemukan dari hasil keterangan forensik diantaranya ada mengenai tusukan tubuh organ yang mematikan," tutur Harry.
Harry mengklaim bahwa proses otopsi ketiga jenazah tersebut akan selesai malam ini sehingga bisa cepat di semayamkan.
"Direncanakan malam hari ini selesai," paparnya.(RAZ/RGI)
Dakwah yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad saw, akhirnya sampai juga ke tanah Yatsrib, Kota Madinah.
TODAY TAGIndustri estetika medis dan dermatologi global kini tengah mengalami pergeseran paradigma (shifting).
Paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang sempat menyebar di Kota Tangerang Sejak Minggu 6 September 2026 patut diwaspadai, terutama karena partikel abu dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu kesehatan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews