Jangan Salah, Ini Daftar Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan per Juli 2026
Senin, 6 Juli 2026 | 12:59
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
TANGERANGNEWS.com-Sedikitnya 17 unit komputer jinjing atau laptop yang digunakan untuk kegiatan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMP PGRI Batu Ceper, Kota Tangerang, raib dicuri, Rabu (25/4/2018).
Kepala SMP PGRI Batu Ceper Lutfi Suryadi mengaku shock atas insiden tersebut. Ia menuturkan, belasan laptop itu baru diketahui hilang oleh petugas kebersihan sekolah sekitar pukul 07.00 WIB.
"Ada 17 yang hilang, diketahui penjaga OB yang lapor kalau laptop hilang kan memang pagi tadi ingin dipakai siswa UNBK," ujarnya.
Menurutnya, belasan laptop yang hilang itu juga tidak seluruhnya milik sekolah, melainkan milik para guru dan rekan Lutfi.
"Kita punya laptop kurang lebih milik SMK ada sekitar 11, punya teman 3, punya sekolah 2 dan sisanya punya guru," kata Lutfi.
Kendati demikian, peristiwa tersebut tak menghentikan langkah para siswa untuk mengikuti kegiatan UNBK.
Sebanyak 54 siswa kelas 9 di SMP PGRI Batu Ceper pun melanjutkan ujiannya di SMA 14 Tangerang.
"Alhamdulillah diberikan kemudahan, ujian sedang berlangsung di SMA 14, semua bisa diatasi. Ada 54 siswa ujian di sana sampai selesai hari Kamis," imbuh Lutfi.
Sementara, kasus hilangnya laptop itu langsung ditangani pihak kepolisian setempat.
Kapolsek Batu Ceper Kompol Irwan Irawan mengatakan pihaknya berjanji akan mengungkap kasus tersebut.
"Ini PR buat kami, kami berupaya agar kasus ini bisa kami ungkap. Kalau dugaan apapun saya belum bisa menduga karena ini semua masih dalam penyelidikan," jelasnya.(RAZ/HRU)
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) perlu mengetahui bahwa tidak semua tindakan operasi dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
TODAY TAGAktivitas perekonomian di Kota Tangerang menunjukkan performa yang sangat impresif pada paruh pertama tahun ini.
Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews