Connect With Us

Operasi Katarak Gagal, Keluarga Pasien Somasi RS Mulya

Achmad Irfan Fauzi | Kamis, 28 Februari 2019 | 22:00

Tim Kuasa Hukum Pasien Katarak dari Kantor Hukum Indonesia Hika Putera, saat diwawancarai di RS Mulya, di Jalan KH Hasyim Ashari, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Kamis (28/2/2019), (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

TANGERANGNEWS.com-Keluarga pasien operasi katarak gagal melalui tim kuasa hukumnya melayangkan somasi atau peringatan terakhir kepada manajemen RS Mulya.

Somasi dilayangkan setelah pertemuan antara keluarga pasien dengan manajemen RS Mulya di RS Mulya, di Jalan KH Hasyim Ashari, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Kamis (28/2/2019), tidak menemukan titik temu.

"Hasil pertemuan tadi tidak ada titik temu dan tidak ada kata sepakat. Jadi apa yang kita harapkan selama ini dari rumah sakit belum ada satu pun yang tercapai," kata Hika Putera, Tim Kuasa Hukum Pasien Katarak dari Kantor Hukum Indonesia di RS Mulya kepada TangerangNews.

Hika mengungkapkan, meskipun telah melalui proses panjang mediasi, permasalahan yang menyebabkan 4 pasien mengalami kebutaan dan 6 pasien lainnya masih dalam perawatan intensif karena komplikasi pasca operasi katarak di RS Mulya, namun pihak rumah sakit tidak bisa memenuhi tuntutan keluarga pasien.

"Oleh karena itu, kita resmi layangkan somasi," jelasnya.

Hika menyebut, pada pertemuan kali ini manajemen rumah sakit menawarkan Rp75 juta untuk kerugian immaterial kepada masing-masing pasien operasi katarak gagal tersebut. Namun tawaran itu ditolak keluarga pasien, karena mereka belum mengetahui penyebab kebutaan yang dialami pasien.

"Dari situ kita melihat ada sebuah kekhawatiran atau ketakutan yang dirasakan oleh pihak rumah sakit sehingga berupaya untuk menghibur kita untuk menerima itu dan tidak ada lagi tuntutan kedepannya. Tapi, kita tidak memenuhi apa yang ditawarkan oleh pihak rumah sakit," katanya.

Hika menambahkan, secara resmi pihak rumah belum menyatakan bahwa peristiwa ini adalah sebuah kesalahan dokter ataupun kesalahan pihak rumah sakit. Meskipun demikian secara tidak langsung, ia menilai, pihak rumah sakit sudah menyiratkan atau mengaku bersalah lantaran beberapa kali menawarkan bentuk empati atau penghibur seperti ganti rugi uang maupun pergi umrah.

Hika mengatakan dalam somasi ini, pihaknya melayangkan sejumlah tuntutan, salah satunya adalah meminta penjelasan terperinci terhadap penyebab kejadian yang dinilainya luar biasa ini.

"Kemudian kami meminta pertanggungjawaban dan ganti rugi baik materil maupum immateril," imbuhnya. 

Menurutnya, pada somasi yang dilayangkan ini pula pihaknya memberikan waktu berupa itikad baik pihak rumah sakit untuk memenuhi permintaan keluarga pasien. Apabila hal tersebut tidak diindahkan pihak rumah sakit maka proses selanjutnya yang akan ditempuh adalah jalur hukum.

"Apabila dalam 3x24 Jam tidak ada itikad baik dari pihak Rumah Sakit Mulya, maka akan kita lakukan proses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tukasnya.

Sementara itu, salah seorang keluarga korban Undang Tahayudin mengaku kecewa dengan tidak adanya penjelasan mengenai penyebab terjadinya kegagalan operasi katarak yang dialami ibundanya, Cicih Sutarsih.

Ia menuturkan mendukung upaya penuh tim kuasa hukumnya yang melayangkan somasi kepada pihak rumah sakit.

"Keadaan sekarang ibunda saya mengalami mual, pusing, dan matanya putih hingga retinanya diangkat. Kami hanya minta keadilan," ujar warga Ciledug Indah ini.(MRI/RGI)

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

KAB. TANGERANG
Kerangka Manusia Kembali Ditemukan di Pasar Kemis, Hasil Forensik Sebut Laki-laki Berusia 50 Tahun

Kerangka Manusia Kembali Ditemukan di Pasar Kemis, Hasil Forensik Sebut Laki-laki Berusia 50 Tahun

Jumat, 25 September 2026 | 21:34

Penemuan kerangka manusia kembali menghebohkan warga di Kelurahan Kuta Bumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.

OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

TEKNO
Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Kemendikdasmen Dorong Pembelajaran Berbasis AI Lewat Program Terpujilah GURU

Jumat, 25 September 2026 | 21:19

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI mendorong pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) oleh tenaga pendidik dalam metode pembelajaran di ruang kelas lewat program Terpujilah GURU 2026

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill