3 Pemain Persita Dipanggil Timnas untuk FIFA Matchday Juni 2026, Wakili Indonesia hingga Guinea Khatulistiwa
Jumat, 29 Mei 2026 | 14:39
Persita Tangerang melepas sejumlah pemainnya untuk agenda internasional FIFA Matchday Juni 2026.
TANGERANGNEWS.com—Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga menggelar Festival Maulid di Kampung Bekelir, Kelurahan Babakan, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.
Festival yang digelar selama tiga hari pada 8-10 November 2019 ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriyah.

Pembukaan festival yang digelar kedua kalinya ini diramaikan dengan Kirab Maulid, Jumat (8/11/2019).
Dalam kirab tersebut, ratusan peserta yang berasal dari unsur pemerintah dan masyarakat berjalan beriringan sambil membawa gunungan dan tumpeng.

Rute kirab dimulai dari Jalan Perintis, Jalan Kisamaun, hingga Jalan Kalipasir. Start dan finish di Kampung Bekelir.
Setelah pawai, gunungan dan tumpeng yang dibawa langsung dibagikan dan dimakan bersama-sama dengan masyarakat yang hadir.
Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah mengatakan, semarak Festival Maulid ini dapat membangun semangat kebersamaan bagi masyarakat Kota Tangerang.
Baca Juga :
"Mudah-mudahan dengan keberkahan Maulid Nabi Muhammad SAW ini mendapat semangat buat masyarakat Kota Tangerang untuk menjaga kesatuan, kebersamaan, dan berakhlakul kharimah," ujarnya.

Selama tiga hari digelar, Festival Maulid menyuguhkan berbagai kegiatan, di antaranya Tabligh Akbar bersama Sayyid Seif Alwi dan K.H. Zuhri Yaqub, Perlombaan bernuaansa islami dan bazar murah dengan Kampung Bekelir sebagai lokasi utama berlangsungnya festival.
Dengan adanya Festival Maulid ini, Arief mengharapkan ajaran dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dijadikan sebagai acuan untuk lebih menggerakan revolusi mental.
"Jadi, berharap semua masyarakat dapat berpatisipasi," pungkasnya.(RMI/HRU)
Persita Tangerang melepas sejumlah pemainnya untuk agenda internasional FIFA Matchday Juni 2026.
TODAY TAGKini wajah Situ Cihuni, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, berubah total. Situ seluas 22 hektar ini dulunya dikenal sebagai area terbengkalai. Ilalang tinggi, semak liar, hingga kesan menyeramkan pernah melekat di kawasan tersebut.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews