Selat Hormuz: Dari Jalur Vital Menuju Leher Botol Dunia
Rabu, 29 April 2026 | 19:48
Penutupan Selat Hormuz kembali menegaskan satu hal yang kerap luput dari kesadaran kita: dunia modern tidak sepenuhnya berdiri di atas fondasi yang kokoh.
TANGERANGNEWS.com—Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menerima penghargaan Anugerah Dwija Praja Nugraha dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dan Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Sabtu (30/11/2019) kemarin.
Anugerah Dwija Praja Nugraha merupakan penghargaan para guru kepada kepala daerah yang memiliki perhatian dan komitmen tinggi terhadap pembangunan pendidikan, profesionalitas dan kesejahteraan guru serta PGRI.
Namun, ada kisah mendalam dan jalan cerita panjang hingga orang nomor satu di Kota Tangerang itu mendapat anugerah tertinggi dari para guru.
Perjalanan panjang tersebut terangkum dalam sebuah buku yang disusun oleh PGRI Kota Tangerang.
BACA JUGA:
"Lewat buku dan catatan ini kami bubuhkan perjalanan dan terobosan Pak Arief bagi dunia pendidikan dari menjabat sebagai wakil wali kota hingga menjadi wali kota," kata Jamaluddin, Ketua PGRI Kota Tangerang, Senin (2/12/2019).
Jamaluddin menuturkan, tak kurang dari 2000 halaman, isi dari buku yang ia susun bersama pengurus PGRI Kota Tangerang lainnya. Nantinya buku tersebut akan diserahkan kepada wali kota untuk diarsipkan ke Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.
"Maka lewat buku inilah kami sampaikan kepada PB PGRI sebagai bahan penilaian dan referensi rekam jejak calon penerima Anugerah Dwija Praja Nugraha yang kami usulkan," tuturnya.
Ia menegaskan, usulan ini baru pertama kali dilakukan oleh PGRI Kota Tangerang. Pasalnya, berbagai program yang diluncurkan selama masa jabatan Arief R Wismansyah dapat dirasakan oleh seluruh insan pendidikan.
"Dari sisi kesejahteraan semua guru diperhatikan, baik PAUD, TK, SD, SMP, MI hingga MTS lewat insentif. Sisi infrastruktur lewat program 1000 ruang kelas," ucapnya.
Jamaluddin menambahkan, untuk menunjang peningkatan kualitas pendidikan segala sarana dan prasarana yang dibutuhkan pun telah dipenuhi.
"Artinya Pak Arief memang layak untuk mendapatkan itu (penghargaan)," singkatnya.
Sementara Arief R Wismansyah menuturkan, Anugerah Dwija Praja Nugraha ini juga merupakan penghargaan untuk guru-guru yang telah berdedikasi dalam mencerdaskan generasi muda di Kota Tangerang.
"Saya tentunya berterima kasih atas penghargaan yang diberikan. Juga terima kasih untuk semua guru yang terus berjuang mendidik anak-anak kita, menjadi generasi yang siap bersaing, siap berkompetisi secara sehat diberbagai bidang keilmuan," jelas Arief.
Apalagi di momen HUT PGRI dan HGN 2019, Arief mengajak guru-guru untuk bisa terus berinovasi dalam era revolusi 4.0.
"Di era saat ini semua guru di tuntut untuk cepat, karena zamannya sudah berubah. Makanya kita sama-sama bangun sinergitas agar mutu pendidikan di Kota Tangerang semakin baik," harapnya.(RAZ/RGI)
Penutupan Selat Hormuz kembali menegaskan satu hal yang kerap luput dari kesadaran kita: dunia modern tidak sepenuhnya berdiri di atas fondasi yang kokoh.
TODAY TAGDalam rangka menyambut Bulan Autisme Sedunia, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bekerja sama dengan Matalesoge HospitABLElity Academy menggelar pameran seni bertajuk “You See Me and I Feel You”, yang berlangsung pada 24 April
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melakukan pendataan pada area perlintasan KRL yang tidak mempunyai palang pintu di wilayahnya.
Pemerintah memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen untuk program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi peserta Bukan Penerima Upah (BPU), sebagai langkah konkret menjaga daya beli
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews