Connect With Us

Pemkot Tangerang Minta Warga Jangan Panik Sikapi Virus Corona

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 3 Maret 2020 | 18:26

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah saat menyampaikan keterangan tentang kesiapsiagaan virus corona kepada awak media di kantor Dinkes Kota Tangerang, Selasa (3/3/2020). (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kini sedang mewaspadai penyebaran wabah virus corona (Covid-19).

Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah meminta para warga untuk tidak panik dalam menyikapi virus anyar ini. 

"Masyarakat tetap tenang lah kondisinya enggak ada apa-apa kok. Apalagi kita semua sudah siap," ujarnya di kantor Dinkes Kota Tangerang, Selasa (3/3/2020). 

Arief juga mengingatkan masyarakat untuk gencar melaksanakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). 

"Yang perlu dilakukan masyarakat meningkatkan daya tahan tubuh, PHBS dan sering-sering cuci tangan," katanya. 

Ia berharap masyarakat Kota Tangerang tetap tenang menghadapi virus Corona. Dia memastikan pihaknya selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat. 

Sementara Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin meminta masyarakat tidak perlu berbelanja sembako dan masker secara berlebihan.

"Berbelanja berlebihan jangan berlebihan lah. Itu dilakukan karena masyarakat pada panik," katanya di tempat terpisah.

Sachrudin mendapat informasi banyak masyarakat memborong barang kebutuhan pokok. Ia juga meminta hanya warga yang sakit dan menangani orang sakit yang memakai masker. 

"Justru kepanikan bisa memperparah situasi. Kalau kita menyikapinya biasa saja, tentu situasi tetap normal," pungkasnya.(RMI/HRU)

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

BISNIS
JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:23

Selama pameran berlangsung, JETOUR berhasil membukukan total 1.038 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari seluruh lini SUV yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia.

BANTEN
Pemprov Banten Buka Opsi Pangkas Tukin ASN agar PPPK Tetap Digaji hingga 2027

Pemprov Banten Buka Opsi Pangkas Tukin ASN agar PPPK Tetap Digaji hingga 2027

Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:55

Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan penyesuaian tunjangan kinerja (tukin) ASN sebagai salah satu opsi untuk menjaga seluruh pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tetap bekerja hingga 2027.

OPINI
Fenomena Sarjana Pengangguran

Fenomena Sarjana Pengangguran

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 17:50

Lagu lama berulang kembali, pengangguran dari gelar sarjana semakin banyak. Realitasnya gelar sarjana ternyata bukan jaminan seseorang akan terhindar dari ancaman pengangguran.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill