Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kini sedang mewaspadai penyebaran wabah virus corona (Covid-19).
Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah meminta para warga untuk tidak panik dalam menyikapi virus anyar ini.
"Masyarakat tetap tenang lah kondisinya enggak ada apa-apa kok. Apalagi kita semua sudah siap," ujarnya di kantor Dinkes Kota Tangerang, Selasa (3/3/2020).
Arief juga mengingatkan masyarakat untuk gencar melaksanakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Yang perlu dilakukan masyarakat meningkatkan daya tahan tubuh, PHBS dan sering-sering cuci tangan," katanya.
Ia berharap masyarakat Kota Tangerang tetap tenang menghadapi virus Corona. Dia memastikan pihaknya selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
Sementara Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin meminta masyarakat tidak perlu berbelanja sembako dan masker secara berlebihan.
"Berbelanja berlebihan jangan berlebihan lah. Itu dilakukan karena masyarakat pada panik," katanya di tempat terpisah.
Sachrudin mendapat informasi banyak masyarakat memborong barang kebutuhan pokok. Ia juga meminta hanya warga yang sakit dan menangani orang sakit yang memakai masker.
"Justru kepanikan bisa memperparah situasi. Kalau kita menyikapinya biasa saja, tentu situasi tetap normal," pungkasnya.(RMI/HRU)
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGPolresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.
Rasa tertekan atau berat di dada yang muncul ketika berolahraga lalu mereda setelah beristirahat sering kali dianggap sebagai tanda tubuh sedang kelelahan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews