Connect With Us

Produsen Ekstasi Rumahan di Cipondoh Digrebek Polisi

Rachman Deniansyah | Jumat, 25 September 2020 | 23:11

Ilustrasi Ekstasi. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Satreskrim Polsek Kelapa Dua, Polres Tangsel dikabarkan menggerebek sebuah rumah di Jalan Palem, Poris, Cipondoh, Tangerang, Jumat (25/9/2020) malam. Lokasi tersebut difungsikan untuk memproduksi ekstasi.

Kapolsek Kelapa Dua AKP Muharram Wibisono membenarkan penggerebekan tersebut.

"Iya benar, tadi kita lakukan penggerebekan (rumah) diduga melakukan home industri terkait obat obatan narkotika jenis ekstasi," ucap Wibi. 

Saat penggerebekan itu, petugas mengamankan dua orang pelaku yang tertangkap tangan sedang memproduksi barang haram tersebut.

"Sejauh ini yang sudah kita amankan ada dua orang tersangka," imbuhnya.

Namun Wibi masih enggan membeberkan identitas kedua pelaku tersebut. Saat ini kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Kelapa Dua. 

"Kami masih dalami karena baru saja melakukan penangkapan. Tentunya keterangan pelaku perlu kita dalami," ujarnya. 

Sejumlah barang bukti diamankan dari lokasi, seperti beberapa butir ekstasi, bahan baku, dan alat produksi. (RMI/RAC)

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

HIBURAN
3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36

Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill