Connect With Us

Penghuni Apartemen Tolak Hotel Kyriad Tangerang Jadi Rumah COVID-19

Achmad Irfan Fauzi | Jumat, 16 Oktober 2020 | 13:09

Puluhan warga dan penghuni apartemen Taman Sari Skylounge di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang menolak Hotel Kyriad dijadikan rumah singgah bagi pasien orang tanpa gejala (OTG) COVID-19 di depan Apartemen Skylounge, Jumat (16/10/2020). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com–Puluhan warga dan penghuni apartemen Taman Sari Skylounge di Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang menolak Hotel Kyriad dijadikan rumah singgah bagi pasien orang tanpa gejala (OTG) COVID-19, Jumat (16/10/2020).

Keberadaan hotel yang dijadikan sebagai rumah singgah untuk isolasi mandiri bagi pasien OTG COVID-19 tersebut, dianggap sangat membahayakan dan mereka berisiko tinggi ikut terpapar.

Aksi penolakan pelayanan rumah singgah di Hotel Kyriad tersebut dilakukan warga dengan membentangkan spanduk dan poster berisi tuntutan mereka di depan Apartemen Skylounge.

"Kami tidak menghambat upaya pemerintah memutus mata rantai COVID-19, tapi di sini ada keluarga bayi lansia dan perlu dipertimbangkanlah," ujar Dini, penghuni apartemen Skylounge.

Keberadaan rumah singgah bagi pasien OTG COVID-19 di tengah pemukiman menjadi alasan mereka melakukan penolakan.

Mereka khawatir virus menular ke warga khususnya lansia dan anak-anak. 

Terlebih, mereka menilai sebelumnya Pemerintah Kota Tangerang tidak melakukan sosialisasi terkait penggunaan Hotel Kyriad jadi rumah singgah.

"Yang kami sesalkan hotel yang hanya berbatas kaca itu jadi rumah singgah tanpa kami tahu terlebih dahulu. Kalau tahu, tidak akan menoleransi, tapi ini sudah berjalan 12 hari. Coba pikirkan lagi karena banyak ya hotel lain di Tangerang yang lebih baik," kata Dini.

Selain itu, jarak antara hotel dengan bangunan apartemen hanya berbatasan dengan kaca atau sekitar lebih 5 meter.

Akibatnya, psikologis warga terganggu karena dihantui kekhawatiran terpapar virus.

Terlebih, pasien OTG yang selama ini dirawat atau diisolasi kerap terlihat melanggar protokol kesehatan selama dalam perawatan. Seperti tidak memakai masker kemudian merokok serta menjemur pakaian di balkon.

"Saya sudah mempertanyakan saat awal, itu kejadiannya cepat, saya diajak rapat hari Senin dan belum ada surat dari BPBD. Tiba-tiba sudah ditetapkan jadi hotel OTG dan tidak ada jawaban memuaskan. Tidak ada kepastian hotel ini selesai digunakan sebagai rumah singgah. Surat keluar jam 3 tapi pasien sudah masuk jam 12," tutur Febri, warga setempat.

Warga yang protes pun telah melayangkan keberatan kepada Dinas Kesehatan Kota Tangerang. Tapi hingga kini belum ditanggapi termasuk permintaan pelayanan pemeriksaan swab test dan rapid test. 

"Beberapa penghuni sudah meninggalkan apartemen ini, ASN yang tinggal di sini diminta libur. Kami hanya diberikan masker vitamin, kami minta tolong jangan ditempatkan di pemukiman. Ditambah pasien OTG melakukan pelanggaran. Itu sangat meresahkan dan membahayakan," imbuhnya. (RAZ/RAC)

PROPERTI
Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Grand Boulevard Aniva Jadi Pusat Komersial Baru di Gading Serpong, Punya Lebih dari 10 Fitur Unggulan

Kamis, 10 September 2026 | 14:58

Paramount Land kembali menambah pilihan area komersial dengan menghadirkan Grand Boulevard Aniva ‘The Ultimate Grande Concept’, kawasan terbaru di Aniva @ Paramount Gading Serpong yang menawarkan lebih dari 10 fitur istimewa.

KOTA TANGERANG
Ini Penjelasan Kenapa Pengusaha di Kota Tangerang Wajib Lapor LPKM

Ini Penjelasan Kenapa Pengusaha di Kota Tangerang Wajib Lapor LPKM

Kamis, 24 September 2026 | 13:29

Nilai investasi di Kota Tangerang telah mencapai Rp11,73 triliun hingga semester I 2026. Angka itu sudah mencapai 77 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp15,15 triliun.

HIBURAN
VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

VIVERE Hotel Hadirkan “Big Days, Open Doors”, Open House untuk Konsultasikan Acara Pernikahan 

Senin, 21 September 2026 | 17:09

VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill