Connect With Us

Jurnalis Kota Tangerang Aksi Solidaritas Kasus Kekerasan Wartawan Tempo

Achmad Irfan Fauzi | Rabu, 31 Maret 2021 | 11:52

Seorang jurnalis melakukan aksi teatrikal. Aksi solidaritas sesama jurnalis ini digelar di Tugu Adipura, Jalan Veteran, Kota Tangerang, Rabu (31/3/2021) pagi. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Sekelompok jurnalis dari berbagai media massa di Kota Tangerang menggelar aksi solidaritas terhadap kasus dugaan kekerasan yang dialami Nurhadi, wartawan Tempo. 

Aksi solidaritas tersebut berlangsung di Tugu Adipura, Jalan Veteran, Kota Tangerang, Rabu (31/3/2021) pagi. Mereka pun mendesak aparat untuk mengungkap kasus kekerasan Nurhadi.

Dalam aksinya, para jurnalis melakukan orasi dan membentangkan poster-poster kecaman atas aksi kekerasan tersebut. Selain itu, juga dilakukan aksi teatrikal sebagai simbol pembungkaman. 

Koordinator aksi, Muhamad Iqbal mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap dan menangkap pelaku kekerasan itu. 

“Kapolri tolong tangkap pelaku dan adili, agar tak terulang dan menjadi efek jera,” ujarnya. 

Jika tindak kekerasan terhadap jurnalis terus dibiarkan, tak menutup kemungkinan insiden serupa kembali terjadi. Padahal, dalam tugasnya jurnalis telah dilindungi UU No 40/1999 tentang Pers.

Sejumlah jurnalis dari berbagai media massa di Kota Tangerang menggelar aksi solidaritas yang berlokasi di Tugu Adipura, Jalan Veteran, Kota Tangerang, Rabu (31/3/2021) pagi.

“Aparat seharusnya paham bahwa jurnalis bekerja dilindungi undang-undang. Apalagi waktu kejadian korban sudah menunjukkan identitas dan memberitahu tujuannya. Tapi kok masih saja kejadian seperti itu, ini perlu dievaluasi semua aparat harus membaca lagi UU,” katanya.

Ketua PWI Kota Tangerang Abdul Majid menambahkan, kekerasan terhadap jurnalis jelas dilarang. Dia menyayangkan masih terjadinya kasus kekerasan terhadap jurnalis. 

"Ini harus diusut tuntas kasus kekerasannya oleh pihak yang berwenang. Karena jurnalis profesi yang mulia, dia menginformasikan masyarakat. Kalau dihalang-halangi apalagi diintimidasi dalam bentuk kekerasan, saya pikir ini sudah mengancam hak-hak publik untuk mendapatkan informasi," jelasnya. 

Majid mengapresiasi aksi solidaritas yang dilakukan para jurnalis di Kota Tangerang. 

"Aksi teman teman ini cukup baik, cukup bagus. Ini sebagai bentuk solidaritas teman-teman jurnalis yang ada di kota Tangerang kepada kawan kita di Surabaya yang mendapatkan perlakuan tidak wajar atau kekerasan," pungkasnya. 

Sebelumnya, Nurhadi, jurnalis Tempo di Surabaya, mengalami kekerasan pada Sabtu, 17 Maret 2021.

Ia mendapatkan perlakuan yang kasar bahkan penganiayaan setelah mengambil foto dan hendak meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji. (RAZ/RAC)

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by TangerangNews (@tangerangnewscom)

TEKNO
kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:05

Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.

WISATA
Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46

Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.

BANDARA
Fasilitas Learning Center di Bandara Soetta Kini Terbuka untuk Seluruh Industri Aviasi

Fasilitas Learning Center di Bandara Soetta Kini Terbuka untuk Seluruh Industri Aviasi

Sabtu, 1 Agustus 2026 | 19:15

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memperluas fungsi InJourney Airports Learning Center (IALC) di kawasan Bandara Soekarno-Hatta agar dapat diakses oleh seluruh pelaku industri aviasi nasional maupun global.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill