Connect With Us

Begini Hari Pertama Tes SKD CPNS Kota Tangerang

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 20 September 2021 | 13:42

Para pelamar CPNS Kota Tangerang sedang mengantre untuk bisa mengikuti seleksi SKD di Tangerang Convention Center, Karawaci, Kota Tangerang. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com-Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang menggelar tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama 20-25 September 2021.

Berdasarkan pantauan TangerangNews pada hari perdana tes SKD yang berlangsung di Gedung Tangerang Convention Center, Kecamatan Karawaci pada 20 September 2021 ini, berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan, wartawan pun tidak diperbolehkan untuk memasuki area kelas tes.

	Sejumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama 20-25 September 2021.

Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah yang turut memantau pelaksanaannya mengatakan, sementara tes SKD berjalan dengan lancar.

"Alhamdulillah akses komputer, internet, lancar. Di daerah lain ada laporan lambat, tapi di Kota Tangerang lancar. Semoga lancar terus," ujarnya.

Menurutnya, seleksi bagi CPNS berlangsung sampai lima hari mendatang. Adapun formasi yang tersedia berjumlah 122 pegawai. Sedangkan yang melamar berjumlah 4.925 pelamar, tetapi yang tidak lulus seleksi administrasi berjumlah 1.500 pelamar.

"Nah alhamdulillah hari pertama sudah dimulai dari jam 11, selama 100 menit. Hari ini ada dua sesi dan besok tiga sesi. Tapi dari yang kita pantau hari ini, dari 250 ini tadi kata panitianya ada 20 persen meja yang kosong karena nggak hadir," katanya.

Sejumlah pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama 20-25 September 2021.

Bagi peserta yang tidak hadir, langsung gugur. Dia juga tidak mengetahui alasan peserta tidak hadir ini. Sedangkan peserta yang mengikuti tes, akan mengetahui hasilnya secara langsung.

"Ya kita enggak tau kenapa, tapi ini kan hasilnya langsung real time. Jd hasilnya langsung dia jawab, hasilnya dipantau di YouTube," ucapnya.

Arief menyebut, tes CPNS di tengah pandemi COVID-19 ini memang berbeda, karena adanya pembatasan sosial, sehingga dari yang biasanya per hari tes digelar dalam lima sesi, tetapi kini per hari hanya tiga sesi tes.

"Maksimal cuma bisa tiga sesi. Tujuannya menghindari mereka enggak terlalu numpuk dan prokes diwajibkan. Yang tes harus melampirkan antigen. Tadi yang bawa dites di sini negatif," jelasnya.

Kepala BKPSDM Kota Tangerang Heryanto menuturkan, para peserta yang mengikuti tes SKD di Gedung Tangerang Convention Center ini berdomisili asal Kota Tangerang. Sedangkan para peserta yang berasal dari luar daerah Kota Tangerang, mengikuti tes SKD bisa di daerahnya masing-masing.

Meskipun masih berjalan dengan lancar, pihaknya akan melakukan evaluasi tes SKD, terutama pada area lokasi Gedung Tangerang Convention Center.

"Evaluasi berkaitan dengan kegiatan kita memang masih coba evaluasi kembali karena paling hanya area saja," pungkasnya.

BANTEN
Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Komisi X DPR Soroti Banyak Pemuda Nganggur di Banten, Padahal Kawasan Industri

Kamis, 5 Februari 2026 | 20:12

Komisi X DPR RI menyoroti sejumlah masalah di Banten. Fokus utama pada tingginya angka pemuda dalam kategori NEET atau tidak bekerja (not in employment), tidak bersekolah (education) dan tidak mengikuti pelatihan (training).

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill