Satu unit mobil Brio bernopol B-1213-PZU hancur lebur dihantam truk terjadi di Jalan MH Thamrin, Kebon Nanas, Kota Tangerang pada Minggu 12 Juni 2022. (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)
TANGERANGNEWS.com-Kecelakaan lalulintas yang melibatkan mobil keluarga dengan truk terjadi di Jalan MH Thamrin, Kebon Nanas, Kota Tangerang pada Minggu 12 Juni 2022.
Insiden kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB tersebut diduga karena mobil Brio kurang berhati-hati saat berpindah jalur, sehingga ditabrak truk.
Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polres Metro Tangerang Kota AKP Badruzzaman, Brio bernopol B-1213-PZU yang dikemudikan RL, 24, tersebut awalnya melintas dari Cikokol menuju Serpong.
"Sesampainya di lokasi, terdapat kendaraan bus tak dikenal di depannya yang sedang menurunkan penumpang. Kemudian kendaraan Honda Brio, berpindah lajur ke kanan dan disaat bersamaan datang kendaraan dump truck," jelasnya saat dikonfirmasi.
Disaat berpindah jalur tersebut, Honda Brio ini ditabrak dari belakang oleh truk bernopol B-9221-UVY yang dikemudikan pria berinisial WPG, 23.
"Akibat dari kecelakaan lalu lintas tersebut kendaraan Honda Brio mengalami ringsek," katanya.
Meski diduga karena kurang berhati-hati, Badruzzaman menyebut penyebab kecelakaan ini masih dalam proses penyelidikan. Saat ini, kecelakaan masih dalam penanganan.
PLN Mobile Jawara Run 2026 kembali digelar di Provinsi Banten. Setelah berlangsung pada 2025, ajang lari ini akan kembali mengajak ribuan peserta berolahraga sekaligus membawa pesan tentang gaya hidup sehat
Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA) milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, terpadu, dan berbasis digital menjadi daya tarik bagi 58 pemda.
Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Banten menggelar Diskusi dan Koordinasi Permasalahan Notaris di Grand Serpong Hotel, Kota Tangerang, Selasa 22 September 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""