Ade Krislaksana, 33, menjadi korban tabrak lari oleh pengendara Toyota Calya di kawasan Flyover Cibodas, Kota Tangerang, Minggu 19 Juni 2022.
(@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)
TANGERANGNEWS.com-Ade Krislaksana, 33, menjadi korban tabrak lari oleh pengendara minibus di kawasan Flyover Cibodas, Kota Tangerang, Minggu 19 Juni 2022.
Ade pun sempat kejar-kejaran pengendara minibus lantaran kabur saat dimintai pertanggungjawaban.
Insiden kecelakaan ini berawal saat Ade yang mengendarai sepeda motor matik melintas di kolong Flyover Cibodas sekitar pukul 06.30 WIB, untuk berangkat kerja menuju kawasan Galeong.
Namun, ketika berputar balik, Ade yang merupakan warga Bencongan Indah ini tiba-tiba dari arah belakang ditabrak minibus Toyota Calya berwarna hitam dengan nopol B-1139-WZQ.
"Saat sebelum berputar balik, saya sudah kasih lampu sein sebelah kanan. Memang dari arah Jatiuwung juga posisi sepi. Terus saya belok putar balik, tapi di Tiptop itu mobil langsung dari belakang menabrak saya," ungkap Ade saat dihubungi.
Setelah ditabrak, Ade pun terjatuh hingga helmnya pecah dan mengalami luka-luka. "Saya ke pinggir, ternyata lutut dan tangan lecet-lecet," katanya.
Saat itu, pengendara yang menabraknya sempat turun dari mobil untuk menanyakan kondisi Ade. Awalnya ia beritikad baik, tetapi pelaku yang belum diketahui identitasnya ini malah kabur.
"Kita sempat berdebat. Terus dia ngasih plester luka buat jempol saya. Saya kira mau ambil obat lagi dari mobilnya, tahu-tahu dia kabur," ucapnya.
Mengetahui penabraknya kabur, Ade berupaya mengejar dengan sepeda motornya sambil menahan sakit. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Namun mobil tersebut berhasil lolos dari kejaran Ade.
"Saya langsung ngejar mobil. Dia sempat ngancam saya, mengeluarkan kunci setir," imbuhnya.
Padahal, ade hanya ingin meminta penjelasan serta permohonan maaf dari pengendara mobil tersebut.
"Saya sempat Istirahat dan diobati teman di pos pabrik tempat kerja. Akhirnya saya pulang, dan tidak bekerja. Saya berharap bisa bertemu dengan pengendara mobil ini," pungkasnya.
Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi meninggal dunia pada Minggu, 19Juli 2026. Kabar duka tersebut tersebar melalui pesan singkat WhatsApp serta akun-akun dinas di Kota Tangerang.
Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""