Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals
Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TANGERANGNEWS.com-Sebanyak 3.000 buruh dari berbagai perusahaan di wilayah Tangerang Raya turun ke jalan, untuk melakukan aksi demo pada peringatan Hari Buruh (May Day), Rabu 01 Mei 2024.
Para buruh itu sudah mulai merapat ke Jakarta menggunakan bus dan sepeda motor dari beberapa titik kumpul, termasuk di kawasan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.
Total ada 12 tuntutan yang akan mereka sampaikan dalam aksi yang digelar di Patung Kuda dan Istana Negara, Jakarta.
Salah satu tuntutannya adalah soal UU Cipta Kerja No 6/2023 yang dianggap tak memihak kaum buruh.
Sunarno, Ketua Umum KSBI Tangerang Raya mengatakan aksi tersebut dilakukan untuk memperingati di hari buruh nasional.
"Kami menuntut kepada Presiden Jokowi dan calon presiden yang segera dilantik Prabowo Subianto, untuk segera mencabut soal UU Cipta Kerja No 6/2023," katanya.
Mereka juga meminta agar PHK sepihak dan aksi pemberangusan serikat pekerja disetop. Mereka pun ingin diberlakukannya upah layak nasional yang adil dan bermartabat, serta mencabut PP No 51/2023.
"Saya juga minta stop kasus pelecehan seksual di tempat kerja, khususnya terhadap kaum perempuan. Lalu, outsourcing, kerja magang dan sistem mitra palsu bagi driver online dan ojol (ojek online) dihapus," tegas Sunarno.
Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.
TODAY TAGRegulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.
Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews