Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com- Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-23 tingkat Kota Tangerang akan segera digelar pada 19-22 Oktober 2024 mendatang dengan mempertemukan sekitar 800 qori dan qoriah terbaik dari 13 kecamatan di Kota Tangerang.
Nantinya, para peserta akan bersaing dalam berbagai cabang perlombaan untuk memperebutkan gelar juara dan kesempatan melangkah ke ajang tingkat provinsi dan nasional.
Ketua Harian Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Tangerang KH Zuhri Fauzi menjelaskan, ajang ini meliputi delapan cabang perlombaan dengan 20 kategori yang dilombakan.
Para peserta akan mengikuti kompetisi mulai dari tilawah Qur’an, qira’at, hifzh, tafsir Qur’an, fahmil Qur’an, syahril Qur’an, hingga hifdzil hadist dan qira’at kutub.
"Venue lomba juga akan terbagi di beberapa titik. Seperti, Taman Elektik, Plaza Puspem, Masjid Raya Al-A’zhom hingga Gedung MUI," katanya.
KH Zuhri berharap, ajang ini menjadi momentum pencarian bakat-bakat baru dari Kota Tangerang yang siap bersaing di tingkat Provinsi Banten maupun nasiona
Susunan Acara MTQ XXIII Kota Tangerang
Berikut susunan acara MTQ XXIII Kota Tangerang lengkap dengan lokasi venue dan jadwalnya.
Jumat, 18 Oktober 2024
Sabtu, 19 Oktober 2024
Minggu, 20 Oktober 2024
Senin, 21 Oktober 2024
Selasa, 22 Oktober 2024
MTQ XXIII Kota Tangerang diperkirakan akan menjadi salah satu ajang tahunan yang ditunggu-tunggu. Sebab, tidak hanya menjadi wadah untuk berkompetisi, namun juga sebagai upaya memperkuat tali silaturahmi dan mengembangkan generasi Qur’ani di Kota Tangerang.
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGPresiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Pemerintah bersama DPR RI menyepakati Rancangan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) disahkan menjadi undang-undang.
Perjuangan Kartini terus berlanjut hingga era masa kini dengan bermunculan penerus semangat Kartini di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satunya Rina Rahmayanti, pendiri Rinara Batik dari Cilegon, Banten.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews