3 Festival Ini Digelar di Kota Tangerang Sepanjang Juli 2026
Jumat, 3 Juli 2026 | 16:36
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TANGERANGNEWS.com- Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang Nurdin meminta partisipasi seluruh masyarakat di wilayah Kota Tangerang untuk menjaga kondusivitas dan ketertiban menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) terpilih untuk periode 2024-2029 pada 20 Oktober 2024 mendatang.
"Pemkot Tangerang mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tangerang untuk senantiasa menjaga kenyamanan dan ketertiban umum agar tercipta suasana yang kondusif di tengah masyarakat," ujar Nurdin saat menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Jaya 2024, di Lapangan Apel Kantor Polres Metro Tangerang Kota, Selasa, 15 Oktober 2024.
Untuk itu, lanjut Nurdin, pihak Pemkot Tangerang mendukung jalannya Operasi Zebra Jaya 2024 sebagai bagian dari menjaga kondusivitas tersebut.
"Sekaligus terus menghadirkan tata kelola lalu-lintas yang semakin baik di Kota Tangerang," tambah Nurdin.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menjelaskan, Operasi Zebra Jaya tahun ini melibatkan 188 personil gabungan dari TNI/Polri serta Satpol PP, Dishub dan Jasa Marga.
"Yang jelas, kami akan sangat mendukung terkait pelaksanaan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih tersebut, khususnya di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota terkait situasi maupun kelancaran lalu-lintas jelang dan pada saat pelantikan," kata Zain.
Bulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
TODAY TAGBadan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Tren pernikahan di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z, mengalami pergeseran yang cukup signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews