Connect With Us

Jangan Kaget, Negara Ini Berikan Insentif Uang untuk Siswi Sekolah yang Hamil

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 3 Mei 2025 | 17:03

Ilustrasi ibu hamil. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Pemerintah Rusia menerapkan kebijakan insentif uang tunai bagi perempuan hamil, termasuk mahasiswi dan siswi sekolah, sebagai upaya mendorong angka kelahiran nasional yang terus menurun. Namun, kebijakan ini justru memicu pro dan kontra karena dinilai berisiko mendorong kehamilan remaja.

Sejak Januari 2025, sedikitnya 27 wilayah di Rusia mulai menyalurkan bantuan tunai satu kali kepada perempuan hamil di bawah usia 25 tahun. Di banyak daerah, jumlah yang diterima mencapai 100.000 rubel atau sekitar Rp20 juta. Tiga wilayah yang menjadi sorotan karena memperluas skema ini hingga ke siswi sekolah adalah Oryol, Bryansk, dan Kemerovo. 

Di wilayah tersebut, remaja di bawah usia 18 tahun juga berhak menerima insentif, tanpa batas usia minimal.

Langkah ini pun dikritik oleh anggota parlemen Rusia Ksenia Goryacheva. Menurutnya, kepolosan anak-anak seharusnya tidak dijadikan alat memperbaiki statistik demografi

"Ketika seorang anak melahirkan anak, itu bukan heroisme, melainkan tragedi," ujarnya dikutip dari BBC, Sabtu, 3 Mei 2025.

Meski begitu, beberapa pejabat lainnya membela program ini. Gubernur Oryol, Andrey Klychkov menegaskan insentif tersebut sebagai bentuk dukungan kepada warga yang mengalami kondisi sulit dan telah disetujui di tingkat federal. 

Sementara Menteri Tenaga Kerja Rusia, Anton Kotyakov mengatakan, program ini sebenarnya bertujuan untuk membantu ibu muda, bukan mendorong kelahiran dini.

Lebih lanjut, tahun 2024 menjadi tahun kelahiran anak paling sedikit dalam 25 tahun terakhir di Rusia, hanya mencapai 1,2 juta jiwa. 

Kremlin menyebut situasi ini sebagai bencana bagi masa depan bangsa. Jika tren ini berlanjut, populasi Rusia diperkirakan turun menjadi 139 juta pada 2046, dari 146 juta jiwa di awal 2023.

Sebetulnya, insentif kehamilan bagi perempuan muda ini melengkapi program sebelumnya, yakni "modal bersalin" yang diberikan sejak 2007. 

Bantuan itu awalnya diberikan untuk anak kedua, lalu diperluas untuk anak pertama. Besarannya mencapai 690.000 rubel (sekitar Rp140 juta) untuk anak pertama dan 222.000 rubel (sekitar Rp45 juta) untuk anak kedua.

Namun para ahli demografi meragukan efektivitas insentif semacam ini dalam jangka panjang. 

Demografer Rusia Alexey Raksha menyebutkan, lonjakan kelahiran akibat bantuan keuangan biasanya hanya bersifat sementara. 

Profesor John Ermisch dari Universitas Oxford menegaskan, keamanan finansial jangka panjang lebih menentukan keputusan seseorang untuk memiliki anak ketimbang insentif uang.

Menurutnya, negara-negara maju seperti Inggris dan AS, kebijakan justru berfokus pada pengurangan kehamilan remaja karena dinilai membawa dampak sosial dan kesehatan yang buruk, berbeda dengan arah kebijakan Rusia saat ini.

AYO! TANGERANG CERDAS
Jadwal Sesi Siang UTBK 2026 Tak Seragam, Peserta Wajib Cek Ulang Waktu di Lokasi Ujian

Jadwal Sesi Siang UTBK 2026 Tak Seragam, Peserta Wajib Cek Ulang Waktu di Lokasi Ujian

Senin, 20 April 2026 | 14:42

Pelaksanaan UTBK 2026 yang akan berlansung pada Selasa 21 April 2026, untuk sesi siang tidak berlangsung dengan waktu yang sama di seluruh titik ujian. 

PROPERTI
Paramount Petals: Kota Mandiri yang Terencana, Berkelanjutan, dan Berwawasan Lingkungan untuk Masa Kini dan Generasi Mendatang

Paramount Petals: Kota Mandiri yang Terencana, Berkelanjutan, dan Berwawasan Lingkungan untuk Masa Kini dan Generasi Mendatang

Rabu, 22 April 2026 | 16:50

Salah satu kota mandiri di Tangerang, Paramount Petals dibangun dengan perencanaan matang di berbagai aspek, mulai dari lingkungan, keberlanjutan, hingga kenyamanan hidup

NASIONAL
Diusulkan Naik, Pemerintah Hitung Ulang Harga Eceran Tertinggi Minyakita

Diusulkan Naik, Pemerintah Hitung Ulang Harga Eceran Tertinggi Minyakita

Kamis, 23 April 2026 | 09:24

Rencana penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat Minyakita mulai dibahas pemerintah. Saat ini, HET masih berada di angka Rp15.700 per liter dan belum mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill