Connect With Us

Gawat, Ada 92 Narkoba Jenis Baru di Indonesia

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 4 Agustus 2023 | 09:54

Ilustrasi Narkoba. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Sebanyak 92 narkoba jenis baru ditemukan beredar di Indonesia, jumlah tersebut merupakan bagian dari 1.212 narkoba baru di seluruh dunia.

"Sedikitnya ada 1.212 jenis baru narkoba masuk ke dunia. Sementara di Indonesia terdeteksi 92 jenis narkoba yang baru," ungkap Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Petrus Reinhard Golose pada Kamis, 3 Agustus 2023.

Baca Juga: Trend Musik 90-an Picu Ekstasi Kembali Marak Masuk Lewat Bandara Soetta 

Petrus membeberkan, dari jumlah narkoba jenis baru tersebut diketahui produksinya terbuat dari bahan-bahan kimia yang belum terdeteksi dan tidak ada dalam Undang-Undang.

Salah satu dari narkoba jenis baru itu ialah new psychoactive substances (NPS). Melansir dari laman resmi BNN, NPS merupakan NPS adalah jenis narkotika yang dirancang secara khusus menyerupai narkotika yang sudah ada sebelumnya, seperti kokain, ekstasi, dan lain sebagainya.

Penggunaan NPS berisiko menyebabkan kejang, agresi, psikosis akut, ketergantungan, serta masalah kejiwaan seperti paranoid, kecemasan, dan depresi. Efek yang tidak diketahui dengan jelas membuatnya berpotensi menyebabkan keracunan berbahaya. NPS bersifat adiktif dan berbahaya, mirip dengan narkoba yang diatur sebelumnya.

Baca Juga: Kejari Kabupaten Tangerang Musnahkan 390 Gram Sabu dan 150 Botol Obat Kuat 

Mirisnya, Petrus menyebutkan pengguna dari narkoba jenis baru tidak hanya ditemukan pada anak muda, melainkan dari berbagai kalangan lainnya.

"Namun demikian yang memprihatinkan, tidak hanya anak muda mengonsumsi narkoba tapi hampir seluruh kalangan," pungkasnya.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

BANDARA
InJourney Airports Pangkas Tarif Jasa Bandara 50%, Tiket Pesawat Libur Nataru 2027 Bakal Lebih Murah

InJourney Airports Pangkas Tarif Jasa Bandara 50%, Tiket Pesawat Libur Nataru 2027 Bakal Lebih Murah

Selasa, 27 Oktober 2026 | 18:56

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) resmi menetapkan penurunan tarif jasa kebandarudaraan hingga 50 persen bagi penumpang pesawat maupun maskapai penerbangan.

TANGSEL
Kasus Bullying Pelajar di Tangsel Makin Parah, Komisi III DPR RI Desak Pembentukan UU Anti-Perundungan

Kasus Bullying Pelajar di Tangsel Makin Parah, Komisi III DPR RI Desak Pembentukan UU Anti-Perundungan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 19:16

Berulangnya insiden perundungan yang menimpa pelajar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memicu keprihatinan serius dari jajaran DPR RI.

NASIONAL
Kanker Payudara Stadium Lanjut Bukan Akhir Segalanya, Simak Terapi Modern Fokus Kendalikan Sel

Kanker Payudara Stadium Lanjut Bukan Akhir Segalanya, Simak Terapi Modern Fokus Kendalikan Sel

Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:05

Mendengar diagnosis kanker payudara stadium lanjut kerap memicu kepanikan, rasa sedih, hingga perasaan putus asa pada pasien dan keluarga. Kondisi ini sering kali dianggap sebagai garis akhir karena penyakit dinilai sudah sulit disembuhkan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill