Connect With Us

Waspada, Ini 10 Ciri-ciri Gaya Pemimpin Narsistik 

Fahrul Dwi Putra | Senin, 20 Mei 2024 | 11:55

Ilustrasi pemimpin. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Sebentar lagi sejumlah wilayah akan menggelar kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Melalui Pilkada, setiap masyarakat akan memilih pemimpin untuk memajukan daerahnya masing-masing.

Namun, saat memilih pemimpin alangkah baiknya memastikan agar tidak bersifat narsistik. Pasalnya, pemimpin dengan gaya kepemimpinan narsistik cenderung hanya fokus pada diri mereka sendiri, mengutamakan kepentingan pribadi meski merugikan orang lain. 

Kepemimpinan narsistik juga ditandai oleh dominasi, permusuhan, dan arogansi. Gaya ini menjadi merusak ketika didorong oleh kebutuhan akan kekuasaan, kekaguman, dan pengakuan dari orang lain. 

Kendati begitu, dalam kadar yang sehat, perilaku narsistik dapat memberikan kualitas kepemimpinan yang baik.

Berikut adalah beberapa ciri umum dari pemimpin narsistik seperti dilansir dari YScouts, Senin, 20 Mei 2024.

1. Memimpin dengan Visi

Pemimpin narsistik di sisi positif memahami pentingnya visi yang dapat diyakini oleh orang-orang. Mereka mampu melihat gambaran besar dan berusaha menciptakan hal-hal yang belum ada. 

Untuk itu, biasanya pemimpin narsistik memiliki proyek besar sebelum mengakhiri masa jabatannya.

2. Keinginan untuk Dikagumi

Pemimpin narsistik sangat ingin dikagumi dan seringkali memiliki banyak pengikut yang terpesona oleh mereka. 

Mereka memiliki kemampuan untuk menarik perhatian pengikut melalui keterampilan verbal yang baik dan karisma yang kuat.

Untuk mendukung gaya ini, biasanya mereka sering memajang foto wajah mereka di berbagai tempat.

3. Tidak Dapat Menerima Kritik

Pemimpin narsistik sangat sensitif terhadap kritik. Mereka sulit menerima kritik konstruktif dan cenderung memikirkannya terus-menerus. Mereka juga tidak toleran terhadap hinaan atau pendapat yang berbeda dan bisa bersikap kasar kepada yang memberikan kritik negatif.

4. Ketidakmampuan untuk Mendengarkan

Pemimpin narsistik bukan pendengar yang baik. Mereka kurang tertarik mendengarkan masalah orang lain, mungkin sebagai mekanisme pertahanan untuk menghindari kritik. Mereka juga sering meremehkan kontribusi dan pendapat bawahan mereka.

5. Hubungan dengan Orang Lain

Narsisme yang sehat melibatkan kepedulian nyata terhadap orang lain, menghargai pendapat dan ide mereka. Sebaliknya, pemimpin narsistik destruktif cenderung meremehkan atau menghina orang lain tanpa rasa penyesalan.

6. Konsistensi

Pemimpin dengan narsisme sehat memiliki nilai-nilai yang kuat, konsisten, dan biasanya menindaklanjuti rencana. Sebaliknya, narsisme yang destruktif menghasilkan pemimpin yang tidak memiliki nilai tetap, sering berubah arah, dan mudah bosan.

7. Membangun Kekaisaran

Pemimpin narsistik bercita-cita menguasai dunia dan meninggalkan warisan besar. Mereka aktif memperluas pengaruh, mempekerjakan lebih banyak bawahan, dan meningkatkan otoritas mereka dalam organisasi. 

8. Kurang Empati

Meski mereka mendambakan empati dari orang lain, narsistik sendiri biasanya tidak empatik. Beberapa narsistik yang paling karismatik dan sukses tidak dikenal karena empati mereka, yang bisa menjadi kekuatan di masa perubahan karena mereka tidak terbebani oleh perasaan dan emosi karyawan.

9. Kompetitif

Pemimpin narsistik sangat kompetitif dan gigih mengejar kemenangan. Mereka menganggap kompetisi sebagai ujian kekuatan dan keterampilan bertahan hidup, dan seringkali tidak ragu melakukan apa saja untuk menang.

10. Tidak Baik dalam Membimbing

Karena kurangnya empati dan kecenderungan mandiri, pemimpin narsistik sulit dalam membimbing atau dibimbing. Saat membimbing, mereka lebih cenderung menginstruksikan daripada melatih, berusaha menciptakan protege yang merupakan versi diri mereka yang lebih kecil dan kurang menonjol.

PROPERTI
Bukan di Bali, Hunian Ala Resort dengan Danau 32 Hektare Ini Ada di Tangerang

Bukan di Bali, Hunian Ala Resort dengan Danau 32 Hektare Ini Ada di Tangerang

Kamis, 14 Mei 2026 | 07:45

Suasana hunian bergaya resort dengan pemandangan danau luas kini tak hanya bisa ditemukan di Bali. Konsep serupa mulai hadir di Tangerang lewat peluncuran klaster premium Matera Lakeside di kawasan Gading Serpong.

BANDARA
InJourney Airports Sebut Petugas Kargo Curi Tas Ekspor Bukan Karyawan Bandara Soetta

InJourney Airports Sebut Petugas Kargo Curi Tas Ekspor Bukan Karyawan Bandara Soetta

Jumat, 15 Mei 2026 | 17:06

PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) memberikan klarifikasi terkait oknum petugas kargo Bandara Soekarno-Hatta yang diduga melakukan tindak pidana pencurian ratusan tas ekspor Lululemon dengan kerugian senilai Rp1 miliar.

BANTEN
Awal Zulhijah 1447 H Dipantau di 88 Titik, Pantai Anyer Jadi Lokasi Rukyatul Hilal di Banten

Awal Zulhijah 1447 H Dipantau di 88 Titik, Pantai Anyer Jadi Lokasi Rukyatul Hilal di Banten

Jumat, 15 Mei 2026 | 14:08

Kementerian Agama RI akan melakukan pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di 88 titik yang tersebar di seluruh Indonesia pada 17 Mei 2026.

BISNIS
Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:20

Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill