MK Putuskan Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Pengguna Berhak Pakai Sampai Habis
Jumat, 24 Juli 2026 | 10:06
Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait kebijakan kuota internet yang hangus.
TANGERANGNEWS.com- Kualitas rumput di Jakarta International Stadium (JIS) dinilai para penonton kurang bagus dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023.
Hal itu berdasarkan tayangan laga Grup C pada Sabtu, 11 November dan Minggu, 12 November 2023.
Diketahui, laga pertama Inggris menang telak 10-0 atas Kaledonia Baru. Sedangkan, laga kedua berakhir 3-2 dengan kemenangan Iran atas Brasil.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali justru mengaku heran muncul komentar yang menyebut kualitas rumput JIS kurang layak.
Pasalnya, federasi sepak bola dunia (FIFA) telah menyetujui JIS digunakan sebagai venue pertandingan dalam Piala Dunia U-17 2023.

"Kita tahu sudah ada pertandingan di JIS, dan tidak ada masalah. Tidak ada komplain dari pemain maupun pelatih," ucap Zainudin dalam keterangannya.
Zainudin menegaskan, seluruh keputusan jalannya pertandingan termasuk penjadwalan berasal dari FIFA, sementara pihaknya hanya menyediakan fasilitas yang dibutuhkan.
"Keputusan dari FIFA, kondisinya aman dan bisa digunakan," tambahnya.
Bahkan, kata Zainudin, JIS terpilih menjadi tuan rumah dari pertandingan dua grup, yakni Grup C dan E.
Grup E sendiri berisikan Prancis, Burkina Faso, Korea Selatan, dan Amerika Serikat, yang bertanding hari Minggu ini.
Terdapat 16 pertandingan yang akan dimainkan di JIS, termasuk dua laga 16 besar dan dua pertandingan perempat final.
Menurut Zainudin, hal itu sudah membuktikan bahwa FIFA memercayai bahwa JIS memang layak untuk menggelar laga bertaraf internasional.
"FIFA menyatakan kondisinya aman. Jadi tidak perlu diperdebatkan," katanya.
Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materi terkait kebijakan kuota internet yang hangus.
TODAY TAGSelain pertunjukan hiburan dan budaya, gelaran Festival Cisadane 2026 juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan cuan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menyiapkan evaluasi sejumlah program keahlian di sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk menyesuaikan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews