KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan
Senin, 7 September 2026 | 15:29
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TANGERANGNEWS.com- Persita Tangerang akan menjalani pekan ke-20 lanjutan BRI Liga 1 musim 2023/2024 di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Kamis, 23 November 2023, pukul 19.00 WIB.
Berdasarkan catatan, Persita memiliki rekor baik saat menghadapi RANS Nusantara FC, seperti pada pertemuan pertama di Stadion Maguwoharjo, Pendekar Cisadane menang tipis 1-0.
Begitu pun pada musim lalu, Persita mengamankan dua kemenangan pertandingan kandang dan tandang melawan RANS Nusantara FC.
Modal inilah yang menjadi harapan tim besutan pelatih Divaldo Alves untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara dan meningkatkan mental pemain.
"Karena besok punya mereka untuk bertarung selama 90 menit demi meraih hasil positif," ucap Divaldo dalam sesi jumpa pers, Rabu, 22 November 2023.
Kendati demikian, Divaldo tetap tidak meremehkan RANS Nusantara. Pasalnya, saat ini tim anak-anak asuh Eduardo Almeida tengah menunjukkan performa terbaiknya.
Berbanding terbalik dengan Persita yang justru meraih hasil buruk dalam dua pertandingan terakhir, yakni hasil imbang 2-2 melawan Persik Kediri dan kalah telak 4-0 dari PSIS Semarang.
"Melawan RANS tidak akan mudah, begitu juga dengan menghadapi tim lain," imbuhnya.
Menurutnya, saat ini seluruh tim di klasemen sementara memiliki poin yang saling berdekatan.
"Jika meraih dua atau tiga kemenangan akan langsung naik, begitu juga saat kalah secara beruntun," ungkapnya.
Sementara itu, kapten tim Persita Muhammad Toha berharap dapat merebut poin penuh melawan RANS Nusantara FC.
"Apa yang kita mau capai yakni meraih tiga poin dan saya harap semua saling mendukung," pungkasnya.
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
TODAY TAGPaparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) yang sempat menyebar di Kota Tangerang Sejak Minggu 6 September 2026 patut diwaspadai, terutama karena partikel abu dapat masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu kesehatan.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus mengkaji serta memantau perkembangan sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews