Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com- Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak menanggapi terkait kericuhan yang terjadi di Stadion Sport Center kawasan Indomilk Arena, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada Minggu, 26 November 2023.
Menurut Bojan, suporter tidak perlu dilarang ke stadion melainkan memerlukan edukasi yang tepat.
Bojan yang pertama kali datang ke Indonesia saat menjadi pelatih Timnas Malaysia U-19 itu mengaku takjub dengan antusiasme suporter di Indonesia.
"Negara lain di seluruh dunia ini berusaha keras untuk bisa mendatangkan penonton ke stadion. Tapi di Indonesia, stadion selalu penuh," ujarnya dikutip dari iNews.id, Senin, 27 November 2023.
Mesi begitu, Bojan tak menampik adanya suporter yang kerap menjadi provokator. Tentunya, oknum-oknum suporter ini perlu diberikan sanksi dan ditindak tegas, serta diberi edukasi.
"Mereka harus tahu kalau stadion harus menjadi tempat di mana kita semua menikmati sepak bola," tambahnya.
Dia berharap, ke depannya pihak-pihak terkait dapat memberikan edukasi kepada para suporter sedini mungkin, sehingga stadion-stadion akan kembali penuh.
"Jangan larang mereka ke stadion. Kita memang harus tegas, tetapi kami juga membutuhkan stadion yang penuh," tutupnya.
Sebelumnya, terjadi bentrokan antara suporter Persib Bandung dengan aparat kepolisian dipicu pertandingan yang diselenggarakan tanpa adanya penonton. Sementara para suporter terutama yang mendukung Persib sudah datang jauh dari Bandung.
Awalnya terjadi adu mulut antara suporter dengan petugas Kepolisian yang memasan barikade di depan gerbang stadion. Karena suporter tetap tidak diperbolehkan masuk, akhirnya terjadi aksi lempar batu ke aparat.
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGPeringatan Hari Kartini tahun 2026 menjadi momentum spesial bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.
Bisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.
Pemerintah resmi menyerahkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) untuk RUU PPRT kepada DPR RI pada Senin, 20 April 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews