Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan
Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TANGERANGNEWS.com- PT Liga Indonesia Baru (LIB) membantah isu beredar yang menyebutkan jumlah peserta dalam Liga 1 musim 2024/2025 akan bertambah menjadi 20 tim. Isu ini sempat berhembus pada akhir Oktober 2023 silam.
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus menyampaikan, isu tersebut tidaklah benar lantaran pihaknya mengikuti kebijakan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terkait jumlah tim yang bertanding.
"Sebagai operator kompetisi, kami tetap berkomitmen terhadap kebijakan yang sudah diputuskan PSSI tersebut. Itu artinya jumlah tim yang tampil di Liga 1 2024/2025 tetap 18 klub," kata Ferry dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 11 Januari 2024.
Menurut Ferry, jika memang ada perubaha sistem dan format kompetisi tentunya tidak dapat dilakukan secara dadakan. Sebab, memerlukan proses panjang melalui Komite Eksekutif PSSI.
"Kami konsisten dalam implementasi format, sistem dan regulasi yang telah ditetapkan sejak awal," tuturnya.
Ferry menyebut, PT LIB selalu patuh dan taat terhadap kebijakan PSSI guna berkontribusi dalam perbaikan tata kelola kompetisi profesional sepak bola di Indonesia.
"Kami akan selalu berusaha maksimal untuk meningkatkan value sepak bola di tanah air," pungkasnya.
Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.
TODAY TAGMemulai bisnis tanpa legalitas yang jelas bisa menjadi hambatan besar di masa depan. Banyak pelaku usaha akhirnya kesulitan saat ingin bekerja sama dengan perusahaan besar atau mengikuti tender.
Menyambut musim Haji 1447 H, Telkomsel kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kelancaran ibadah jemaah asal Indonesia.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews