Pemkot Tangsel Siap Terima Aset Tahap Dua
Selasa, 1 Oktober 2013 | 15:33
“Siang ini rencananya saya ke Pemkab Tangerang untuk berkoordinasi penyerahan aset,” ungkapnya, Selasa (1/10).
“Siang ini rencananya saya ke Pemkab Tangerang untuk berkoordinasi penyerahan aset,” ungkapnya, Selasa (1/10).
“IDI Tangerang dan Propinsi Banten akan melayangkan gugatan ke pengadilan tata usaha negara atau PTUN serta melaporkan pemecatan kepada kementrian tenaga kerja sesuai perundang undangan tenaga kerja yang berlaku,” tukasnya.
RECOMENDEDTANGSEL- Petugas Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan terkait pelemparan Granat ke Rumah Direktur Kertas Nusantara, di Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (27/9) lalu.
"Kami masih lakukan penyelidikan atas laporan tersebut," katanya.
Usai pertemuan Kepala SMPN 4 Pamulang, Kota Tangsel Rita Juwita langsung memilih tidak berkomentar bergegas pergi saat wartawan hendak wawancarainya.
"Soal nama tidak usahlah diekspos. Tapi kami sudah berikan sanksi. Kami apresiasi temuan Ombudsman dan akan jadikan cambuk untuk bekerja lebih baik lagi," ucapnya.
“Waktu saya keluar rumah, tetangga depan rumah teriak sambil menunjuk arah kaburnya pelaku yang memakai jaket hitam dan helm,” ungkapnya.
"Petugas masih mengumpulkan serpihan ledakan," katanya.
TANGSEL-Posisi Dirut RSU Kota Tangsel Neng Ulfah dipastikan dicopot Pemkot Tangsel dengan memindahkan Neng Ulfah ke Pemprov Banten.
Ketua Panwaslu Kota Tangsel, Engelhartia Bhayangkara menuturkan, pihaknya tidak tebang pilih dalam menertibkan atribut parpol. Diakui, hingga kini masih ada dua titik wilayah yang belum ditertibkan.
"Neneng telah membantah semua itu. Tapi itu hak saksi memberikan keterangan. Kita punya bukti dan saksi yang cukup meringankan neneng, nanti kita hadirkan dalam persidangan," katanya.
"Kata dokter sudah tidak bisa disambung, karena waktunya sudah lebih. Saya dua bulan berobat, tapi ya tetap seperti ini," katanya.
"Saya nggak lihat, tahu-tahu sakit. Saya tanya kenapa dipotong, kata dia khilaf. Dia lempar potongan kemaluan saya ke belakang," katanya.
"Kalau bisa jangan sampai terjadi lagi. Pasien yang jadi korban," ujarnya
“Saya sudah sejak Jumat mau berobat ke sini, sebelum ke sini, saya harus ke puskesmas dulu untuk minta rujukan, baru bisa ke RSUD,” ungkap Yuningsih.
Wali Kota Tangerang selatan Airin Rachmi Diany meminta kepada pejabat untuk mampu bekerja keras dan mampu menjadi berpikir out of the box.