Connect With Us

Jazuli Ajak Masyarakat Bangun Ketahanan dan Kemandirian Bangsa

Denny Bagus Irawan | Kamis, 21 Juli 2016 | 09:38

Jazuli dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR yang berlangsung di SDIT Al-Ummah, Ciputat. (RADEN BAGUS IRAWAN / TangerangNews)

 

TANGERANGNews.com-Anggota DPR RI dari Dapil III Banten, Jazuli Juwaini, MA. mengajak komponen masyarakat dari berbagai kalangan untuk meningkatkan semangat nasionalisme demi ketahanan dan kemandirian bangsa Indonesia.

Ketahanan dan kemandirian tersebut, menurutnya, diperlukan dalam era global seperti sekarang, dimana banyak kepentingan, baik dari dalam terlebih lagi dari luar negeri yang mencoba mempengaruhi ideologi dan budaya bangsa.

“Kita bangsa Indonesia yang sudah memiliki ideologi negara, yakni Pancasila yang dijiwai oleh semangat agama, harus kita pertahankan, mengingat era sekarang ini terjadi pertarungan ideologi global yang menggerus keyakinan dan nilai-nilai yang telah kita pegang selama ini,” ujar Jazuli dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR yang berlangsung di SDIT Al-Ummah, Ciputat.

Jazuli menyinggung beberapa contoh bagaimana upaya ideologi lain mempengaruhi masyarakat melalui berbagai macam cara. Misalnya, melalui tayangan film-film dari luar dimana secara terang mencontohkan nilai-nilai dan budaya masyarakat Barat yang sebagian tidak sesuai dengan nilai dan adat-istiadat bangsa Indonesia.

“Cara berpakaian para pemainnya, kata-kata yang diucapkannya, dan latar budaya yang terdapat dalam film-film tersebut, secara tidak langsung ikut andil dalam penanaman budaya asing,” tandasnya.

Ketua Fraksi PKS DPR ini juga menyinggung tentang penetrasi budaya asing melalui tayangan media seperti opera sabun (telenovela) dimana percakapan para pemainnya sudah dialihsuarakan (dubbing) menjadi bahasa Indonesia.

“Awalnya mungkin terasa aneh, para pemainnya berambut pirang dengan tampilan budaya luar, tapi ngomongnya pakai bahasa Indonesia? Tapi lama-lama masyarakat penonton kita menjadi lumrah dan bahkan sebagiannya merasa ketagihan dengan tayangan itu. Jika sudah demikian, berhasil sudah penanaman nilai-nilai dan budaya asing ke masyarakat kita. Tanpa kita sadari,” tandasnya.

Edukasi melalui penanaman kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menguatkan jatidiri bangsa ini menjadi urgen. Jika itu terlambat dilakukan, terlebih lagi tak ada yang mengingatkannya, katanya, jatidiri bangsa ini pelan tapi pasti akan hilang.

“Forum seperti ini menjadi salah satu sarana untuk menguatkan jatidiri kita sehingga ketahanan dan kemandirian bangsa ini dapat terus terjaga.” pungkasnya.

 

 

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

AYO! TANGERANG CERDAS
Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Open Day Syafana Islamic School Banjir Orangtua, Hampir 1.000 Calon Siswa Sudah Daftar

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 23:53

Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.

BANDARA
Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 209 Penerbangan Dibatalkan

Bandara Soetta Ditutup Sementara Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 209 Penerbangan Dibatalkan

Minggu, 6 September 2026 | 09:07

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang, menghentikan sementara seluruh operasional penerbangannya pada Minggu, 6 September 2026, mulai pukul 01.30 hingga 09.30 WIB.

OPINI
Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Sandera Dana Desa Demi Bebas Asap

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:31

Kebakaran hutan dan lahan merupakan tantangan tata kelola yang berulang setiap siklus musim kemarau di Indonesia. Keterlambatan respons mesin birokrasi pemerintah daerah maupun pusat tidak sekadar berakar pada persoalan anomali cuaca.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill