Connect With Us

Sopir Tronton Tabrak 4 Warung di Tangsel

Yudi Adiyatna | Minggu, 24 September 2017 | 22:00

Tronton bernomor polisi B 9415 TYW yang melaju kencang dari arah Serpong menuju Gunung Sindur tiba-tiba hilang kendali dan menabrak beberapa warung di pinggir jalan Raya Puspitek, Setu, Kota Tangsel, Minggu (24/9/2017) siang. (@TangerangNews.com 2017 / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com-Sebuah tronton bernomor polisi B 9415 TYW yang melaju kencang dari arah Serpong menuju Gunung Sindur tiba-tiba hilang kendali dan menabrak beberapa warung di pinggir jalan Raya Puspitek, Setu, Kota Tangsel, Minggu (24/9/2017) siang.

Kejadian yang terjadi pada pagi menjelang siang hari itu diduga karena karena sopir yang bernama Safrudin ,24, mengantuk ketika sedang berkendara. "Sekarang masih dalam proses BAP saksi dan pengemudi, " kata Kapolsek Cisauk, AKP Abdul Kohar Minggu (24/9/2017) malam. BACA JUGA : Hindari Orang Nyebrang, Terios Tabrak Rumah di Pamulang

Saat sedang berada di perempatan Muncul,Setu Muncul, truk tronton tersebut langsung menghantam empat warung di pinggir jalan. Selain itu menabrak dua sepeda motor yang melintas. Bahkan salah satu motor Jupiter MX berwarna hitam dengan nomor polisi B 6659 SKE sampai terlindas. Beruntung sang pengemudi motor tersebut berhasil selamat. BACA JUGA : Pengendara Hyundai yang Tabrak Ruko di Gading Serpong Karena Mengantuk

"Tidak ada korban jiwa, kerugian materil masih ditaksir secara keseluruhan. Empat warung dan dua sepeda motor," jelas Kapolsek Cisauk tersebut.

Akibat kejadian tersebut bagian depan tronton tersebut pun mengalami kerusakan berat. Mulai dari penyok karena hantaman dan kaca depan pecah serta atap yang sedikit ringsek.(DBI)

 

BANTEN
Polda Banten Kerahkan Anjing Pelacak dan X-Ray Periksa Barang Bawaan Pemudik di Pelabuhan Merak

Polda Banten Kerahkan Anjing Pelacak dan X-Ray Periksa Barang Bawaan Pemudik di Pelabuhan Merak

Jumat, 20 Maret 2026 | 23:12

Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Banten mengerahkan dua unit anjing pelacak (K9) untuk menyisir kendaraan pemudik di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak.

OPINI
Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Idul Fitri dan Matinya Hak Berijtihad di Bawah Stempel Negara

Selasa, 24 Maret 2026 | 18:37

Ramadan 1447 Hijriah (2026) baru saja membasuh spiritualitas kita, namun ia menyisakan residu kegelisahan yang melampaui urusan ibadah. Di tengah gema takbir yang bersahutan, publik disuguhi tontonan otoritas keagamaan yang tak lagi sekadar memandu

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill