Zona Merah! Kota Tangerang Tertinggi Kasus Curat dan Curanmor
Rabu, 1 Juli 2026 | 21:12
Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 5.436 kasus kejahatan 3C (Curanmor, Curas, dan Curat) terjadi di ibu kota dan sekitarnya, sepanjang Januari–Juni 2026.
TANGERANGNEWS.com-Sejumlah nama terus bermunculan dalam bursa bakal calon Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) untuk Pilkada 2020 mendatang. Salah satunya Fahd Pahdepie.
Fahd Pahdepie yang dikenal sebagai staf ahli Presiden RI ini dinilai mewakili kelompok anak muda.
Presiden Tangsel Creative Foundation Hilmi Fabeta menilai, sosok Fahd layak dimunculkan untuk diuji rekam jejak dan gagasannya.
"Ia juga dikenal sebagai staf ahli Presiden RI. Figur-figur muda seperti ini harus kita dorong untuk ikut memajukan Tangsel,” ujar Hilmi.
Menanggapi hal itu, Fahd Pahdepie mengatakan dirinya merasa bangga dianggap layak untuk ikut berkontestasi di Pilkada Tangsel 2020 mendatang.
“Belum terpikir sampai ke sana. Saat ini, saya fokus menjalankan tugas yang saya emban saja. Kalau saya kerap bersama anak-anak muda, menjadi teman diskusi mereka, membuka ruang-ruang kolaborasi, memang sudah saya kerjakan sejak lama," kata Fahd, Rabu (31/7/2019).
Baca Juga :
Namun, ketika namanya didorong untuk maju di Pilkada Tangsel, ia menyebut hal tersebut sebuah kehormatan yang besar baginya.
“Jika saya disebut masuk bursa, tentu itu sebuah kehormatan yang besar. Ya, tapi kan belum. Baru dorongan kawan-kawan muda. Biarkan semua berproses saja sebagaimana mestinya. Yang menarik buat saya, jika anak muda ikut terlibat dalam proses-proses politik lokal, tentu itu akan memberikan warna baru dan nuansa yang positif," pungkasnya.(RMI/HRU)
Polda Metro Jaya mencatat sebanyak 5.436 kasus kejahatan 3C (Curanmor, Curas, dan Curat) terjadi di ibu kota dan sekitarnya, sepanjang Januari–Juni 2026.
TODAY TAGDinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengevaluasi pengoperasian aplikasi super Tangsel ONE dan Asisten Virtual berbasis kecerdasan buatan (AI Chat-First), Helita, sejak diluncurkan bulan lalu.
Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews